Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sekilas Mengenai Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi karya Arentjan Wensinck

Sekilas Mengenai Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi karya Arentjan Wensinck

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (photobucket.com)
Ilustrasi. (photobucket.com)

dakwatuna.com – Hadits merupakan sumber hukum yang kedua setelah Alquran. Selama ini kita sering mendengar banyak tokoh-tokoh hadits, tapi siapa sangka ternyata dari semua tokoh tersebut tidak semuanya dari negeri timur, namun ada juga yang berasal dari negeri barat, atau sering di enal dengan sebutan orientalis. Di antara tokoh orientalis yaitu Ignaz Golzaiher, Joseph Schart, Snouck Hurgronje, Arentjan Wensinck, Martinus Theodorus Houtsma, Johannes Hyspalensis dan masih banyak lagi. Dalam tulisan kali ini, penulis akan membahas sekilas mengenai kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi yang mana kitab ini merupakan salah satu karya dari tokoh orientalis yaitu Arentjan Wensinck.

Pembahasan

Arentjan Wensinck merupakan orientalis belanda, ia belajar kepada Houtsma, De Goeje, Snouck Hurgronje, dan kemudian hari menggantikan posisi Snouck Hurgronje di Universitas Leiden tahun 1927. Karya ilmiah pertamanya adalah risalah sarjana tingkat pertama dengan judul Mohammed En De Joden Te Medina dalam bahasa Belanda (Leiden, Brill, 1908). Pada tahun 1916, A.J Wensinck menegaskan obsesinya di majalah ZDMG,[1] dengan menyusun Konkordasi Indeks Kosa Kata Alfabetis dari hadits-hadits Nabi Muhammad saw., yang terdapat dalam Kutub As-Sittah, Musnad Ad-Darimi, Ahmad bin Hanbal, dan Muwaththa’ Imam Malik. Yang mana karyanya dikenal dengan judul Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi. Dalam penyusunannya Weinsinck mengorganisir 51 pakar, namun dalam berbagai jilid penyebutan jumlah pakar yang diorganisir dalam karyanya ini berbeda-beda ada yang menyebutkan 38 pakar dan ada juga yang menyebutkan 48 pakar, namun di sini akan penulis sebutkan 51 pakar yang terlibat dalam penulisan karya A. J. Wensinck yaitu:[2]

NoNamaNoNamaNoNama
1Adrianse, C18Henning, W35Pedersen, Johs.
2Arendonk, C. Van19Hidayat Hosain, M36Richter, A.
3Beli, R20Huisman, A. J. W37Romijn, M. Th.
4Berg, C. C.21Huitema, T38Ruyter, H. C.
5Berg, E. J. Van Den22Joel, B39Sarlouis, A.
6Bjorkman, W.23Juynboll, G. H. A.40Schaade, A.
7Bruyn, J. T. P. De24Kern, W41Schaafsma, D. V.
8Robertson Buchanan, J25Kersten, A.42Siddiqi, A.
9Cense, A. A26Kindermann, H43Smoor, P.
10Chisholm, R. F.27Krenkow, F.44Swellengrebel, J. L.
11Fokker, A. A.28Kretzschmar, L. B.45Taoutel, F.
12Fuchs, H.29Kruk, R.46Tritton, A. S.
13Fuch, J30Loon, J. B. Van47Vacca-De Bosis, Virginia
14Gobee, E.31Mansur, A.48Voorhoeve, P.
15Guillaume, A32Mensing, J. P.49Weisweiler, M.
16Has, W. P. De33Mourik Broekman, E. V50Winkler, H. A.
17Heffening, W.34Paret, R.51Wijngaarden, W. D. Van.

 

Sedangkan dananya berasal dari akademi ilmu pengetahuan di Amsterdam, yayasan-yayasan belanda lain, dan yayasan-yayasan Akademi Eropa. Juz pertama selesai dikerjakan pada tahun 1936, dari huruf Alif hingga huruf Ha’. sejak tahun 1932 proyek raksasa ini ditangani oleh persatuan akademi dunia. Setelah jilid pertama selesai dikerjakan kemudian diikuti oleh jilid selanjutnya hingga sempurna.[3] Yang mana karyanya ini berdasarkan terbitan oleh Brill di Leiden terdiri dari 7 jilid. Di mana susunan kitabnya dari jilid ke jilid yaitu sebagai berikut:[4]

JilidHuruf
1ا sampai ح
2خ sampai س
3Lanjutan س sampai ط
4Lanjutan ط sampai غ
5Lanjutan غ sampai ك
6Lanjutan ك sampai ن
7Lanjutan ن sampai ي

 

Sebagaimana yang sudah di paparkan di atas dalam kitabnya juga ditulis bahwa sumber-sumber hadits yang dikumpulkan oleh Wensinck itu berasal dari Kutub As-Sittah, Musnad Ad-Darimi, Ahmad bin Hanbal, dan Muwaththa’ Imam Malik.[5] Dalam karyanya, Wensinck dalam penyebutan rujukan kitab menggunakan berbagai istilah, istilah-istilah tersebut yaitu sebagai berikut:

SingkatanNama kitabSingkatanNama kitab
خAl-BukhariقIbn Majah
مMuslim bin HajajدىAd-Darimi
دAbu DawudطAh-Muwaththa’ Malik
تAt-TirmidziحلAhmad bin Hanbal
نAn-Nasa’i

 

Dalam karyanya Wensinck menyebutkannya dengan cara menyebutkan haditsnya kemudian sumber hadits, nama kitab, dan nomor bab. Sebagaimana yang disebutkan dibawah ini:[6]

Selain itu pada tahun 1927 Wensinck juga menyusun matan hadits-hadits Nabi Muhammad saw. secara alfabetis. Karya inilah yang kemudian disalin oleh Fuad ‘Abdul Baqi dengan judul Miftah Kunz As-Sunnah, tahun 1934, sedangkan cetakan asli di terbitkan di Leiden oleh penerbit Brill.[7]

Karya lain Wensinck adalah kumpulan tulisan-tulisan lepas Snouck Hurgronje dengan judul Verspreide Geschriften, dalam enam jilid, antara tahun 1923—1927. Karangan-karangan Weinsinck yang lain di antaranya: The Muslim Creed, Its Genesis and Historical Development, La Pensee De Ghazzali, Asathir al-Qadisiyyin Asy-Syarqiyyin, dan al-Auqiyanus Fi Kutub As-Samiyyin Al-Gharbiyyin. Sedangkan karya-karya Wensinck yang berkaitan dengan bahasa semit dikumpulkan dalam satu kumpulan karya Weinsinck dengan judul Kajian Bahasa Semit Karya Prof. Dr. A.J. Wensinck.[8]

Dengan adanya kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi karya Arentjan Wensinck ini, memberi kemudahan bagi para pengkaji hadits-hadits tematik. Yang mana kita hanya perlu mengetahui salah satu kata kosa kata atau kata kuncinya saja, jika kita mencari sebuah hadits sudah ditemukan dalam kitab ini maka akan kita ketahui dalam kitab apa saja hadits tersebut disebutkan.

Kesimpulan

Dari berbagai pemaparan di atas dapat kita pahami, bahwa Wensinck merupakan seorang tokoh pendeta dari belanda. Di mana Wensinck sangat terobsesi dengan kajian mengenai hadits, sehingga ia menyusun sebuah kosa kata alfabetis yang berasal dari Kutub As-Sittah, Musnad Ad-Darimi, Ahmad bin Hanbal, dan Muwaththa’ Imam Malik. Yang mana karya tersebut dikenal dengan judul Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi. Dalam karyanya, wensinck membagi ke dalam 7 jilid dengan pembagian-pembagian sebagaimana yang sudah disebutkan di atas yaitu alfabetis atau urut sesuai abjad. Selain itu, dalam menyebutkan nama kitab Wensinck menggunakan istilah-istilah yang menunjukkan singkatan dari kitab tersebut. Selain itu, yang membuat penulis merasa kagum dengan tulisan Wensinck ini yaitu mengenai kontribusinya, yang mana karya ini di bantu dengann berbagai pakar orientalis lainnya, walaupun dalam setiap jilidnya berbeda-beda dalam menyebutkan jumlahnya ada yang menyebutkan 38, 42 bahkan ada yang menyebutkan dengan jumlah mencapai 51 orang. Namun itu tidak menjadi masalah, bisa jadi yang dimaksud jumlah yang berbeda dalam setiap jilidnya mungkin jumlah tertentu pada jilid tersebut dan jumlah yang lain pada jilid yang lainnya lagi.

Referensi

Badawi, Abdurrahman. Ensiklopedi Tokoh Orientalis. Yogyakarta: LKiS, 2003.

Wensinck, A. J. Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi. Madinah Leiden: Brill, 1936.

 

[1] Abdurrahman Badawi, Ensiklopedi Tokoh Orientalis, (Yogyakarta: LKiS, 2003), hlm. 424.

[2]A.J. Wensinck, Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi, (Madinah Leiden: Brill, 1936), jilid. 5, hlm. 562.

[3] Abdurrahman Badawi, Ensiklopedi Tokoh Orientalis, hlm. 424.

[4] A.J. Wensinck, Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi

[5] A.J. Wensinck, Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi, yang tercantum dalam halaman judul kitab.

[6] A.J. Wensinck, Al-Mu’jam Al-Mufahras Lil Al-Fadz Al-Hadits An-Nabawi, (Madinah Leiden: Brill, 1936), jilid, 1, hlm. 1.

[7] Abdurrahman Badawi, Ensiklopedi Tokoh Orientalis, hlm. 424.

[8] Abdurrahman Badawi, Ensiklopedi Tokoh Orientalis, hlm. 425.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

Lihat Juga

Menyibak Rahasia Kesuksesan Ala Hadits Nabi tentang Pentingnya Ilmu, Ulama, dan Adab

Figure
Organization