Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Al-Quds Merdeka Makin Pupus

Al-Quds Merdeka Makin Pupus

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Hamparan salju menyelimuti Al-Quds Palestina, Jum'at (20/2/2015). (Qpress)
Hamparan salju menyelimuti Al-Quds Palestina, Jum’at (20/2/2015). (Qpress)

dakwatuna.com – Usai sudah dunia Islam memperingati Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah saw. Hampir semua negara muslim meliburkan hari. Isra’ mi’raj erat kaitannya dengan universalitas Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, dan hubungannya yang tak terpisahkan dengan ajaran yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim dan para nabi lainnya.

Namun apa yang terjadi di Palestina, tepatnya Al-Quds, berbeda 180 derajat. Di hari yang sama, Netanyahu PM Israel terpilih mengumumkan hal yang memedihkan siapapun muslim yang memiliki iman:

  1. Al-Quds ibu kota abadi negara Israel.
  2. Israel menolak resolusi PBB soal solusi dua negara.
  3. Israel meresmikan pembangunan ratusan komplek perumahan Yahudi di Al-Quds.
  4. Ratusan warga Yahudi mengepung komplek Masjid Al-Aqsha, dengan perlindungan dari keamanan Mahmud Abbas.
  5. Komplek Al-Aqsha akan diubah total sesuai kepentingan pembangunan Solomon Temple.

Lalu apa yang menimpa umat Islam dunia? Myanmar dibantai. Tokoh Islam Bangladesh dihukum gantung. Di Mesir tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin dibunuhi. Di China, muslim dilarang beribadah. Di Afrika Barat, Mali, Chad, muslim dibunuhi dan masjid dihancurkan. Di Irak dan Suriah, muslim dibunuhi Syiah. Di Indonesia, muslim disuguhi bacaan Alquran langgam jawa. Sedangkan di wilayah lain, muslim sibuk saling serang.

Sungguh, Al-Quds dan Al-Aqsha kiblat pertama umat Islam dan tanah suci ketiga umat Islam tidak lagi menjadi fokus perhatian pemerintah dan umat Islam dunia. Memang ada beberapa negara yang mengakui Palestina, semisal Vatikan atau Belgia. Bahkan Jokowi menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai bualan kampanye. Namun semua hanya pengakuan di atas kertas, karena pada faktanya, nyaris yang tersisa dari Palestina hanya 360 km persegi yaitu Gaza.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Perkuat diri, keluarga. Rebut pemerintahan dan kekuasaan dengan seksama. Siapkan generasi mujahid, yang bukan sekedar koar-koar di toa. Perkuat ekonomi umat. Kuasai teknologi, insya Allah, Palestina dan dunia Islam merdeka bukan hanya mimpi. (nandang/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.

Lihat Juga

Opick: Jangan Berhenti Bantu Rakyat Palestina!

Organization