Home / Berita / Nasional / Terkait Pengungsi Rohingya, DPR: Sebagai Bangsa Berprikemanusiaan, Tega Melihat Penderitaan Mereka?

Terkait Pengungsi Rohingya, DPR: Sebagai Bangsa Berprikemanusiaan, Tega Melihat Penderitaan Mereka?

Pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar terdampar di Aceh, Jumat (15/5/15).  (bbc.co.uk)
Pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar terdampar di Aceh, Jumat (15/5/15). (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyayangkan jika citra Indonesia hari ini dikecam dunia akibat sikap sebagian pejabat yang menolak menerima pencari suaka (Muslim Rohingya) yang mendarat di perairan Indonesia beberapa hari ini.

“Saya baru saja menonton kutipan dari Channel CNN yang menyebut bahwa ada pejabat yang melarang perahu migran merapat ke dermaga. Ada juga pejabat yang menyatakan akan menerima, tetapi akan segera dikembalikan. Ada juga yang bahkan menolak mereka mendarat di perairan kita,” kata Fahri melalui keterangan tertulisnya seperti dikutip dari INILAHCOM, Minggu (17/5/2015).

Meski begitu, dia mengaku dapat dimengerti bahwa sikap dan tindakan sebagian pejabat tersebut karena tidak adanya dasar hukum yang kuat bagi mereka untuk mengambil tindakan nyata.

Sampai saat ini, jelas dia, memang Indonesia belum mengatur sama sekali ketentuan tentang para pencari suaka. Tetapi apakah itu bisa menjadi alasan untuk tidak melihat secara nyata penderitaan yang dirasakan oleh bangsa lain. “Penderitaan mereka kasat mata apakah kita sebagai bangsa berperikemanusiaan, tega melihat derita mereka?,” tandas Fahri, mempertanyakan.

DPR mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah nyata dan bekerja secara internasional dalam menangani korban pencari suaka yang ada di depan mata. Selanjutnya DPR meminta Presiden Joko Widodo membuat regulasi sementara bagi dasar tindakan para pejabat di lapangan.

“Mungkin semacam kepres tentang penanganan migran dan pencari suaka,” tuturnya.

Dia menambahkan, sebagai bangsa besar yang beradab jangan sampai Indonesia disamakan dengan negara-negara tetangga yang dengan alasan dalam negeri menolak menolong sesama manusia. “Ini tidak dapat diterima,” tandas politikus PKS tersebut.

BBC Indonesia melaporkan bahwa Lebih dari 600 pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar mendarat di pantai Langsa, bagian timur Provinsi Aceh, pada Jumat (15/05) pagi WIB. Rombongan ini adalah yang kedua setelah rombongan pertama terdampar di perairan Aceh utara, Minggu (10/05) lalu(sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Intelijen Jerman Peringatkan Bahaya Kelompok Sayap Kanan Ekstrem

Organization