Home / Berita / Internasional / Asia / Biadab, Seorang Remaja Palestina Kepalanya Dimasukkan Israel Ke Lubang Toilet

Biadab, Seorang Remaja Palestina Kepalanya Dimasukkan Israel Ke Lubang Toilet

Penjajah Israel kerap melakuan penangkapan terhadap anak Palestina. (almokhtsar.com)
Penjajah Israel kerap melakuan penangkapan terhadap anak Palestina. (almokhtsar.com)

dakwatuna.com – Ramallah. Seorang remaja Palestina bernama Ahmad Adnan Mina bercerita tentang kekejaman Israel yang ia terima selama menjadi tawanan. Menurut pengakuannya, tentara Israel menginterogasi dirinya secara biadab, sama sekali tidak mengenal peri kemanusiaan.

Seperti yang dilansir laman almokhtsar, Rabu (6/5/2015) Ahmad mengatakan kepada pengacara urusan tawanan Palestina, bahwa dirinya ketika diinterogasi oleh beberapa tentara Israel, dengan sengaja kepalanya dimasukkan ke dalam lubang toilet dengan cara kedua kakinya diangkat. Lalu selama interogasi berlangsung, kakinya berulang kali diangkat sembari kepalanya dimasukkan dalam lubang yang penuh dengan kotoran yang menjijikkan itu.

Ahmad yang berusia 16 tahun itu juga mengaku beberapa pukulan dan siksaan mendera tubuhnya, ia dipaksa mengakui perbuatan yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Beberapa pukulan yang diterima Ahmad membuat dirinya tersungkur ke tanah dan diinjak-injak hingga hilang kesadaran.

Ahmad sempat mendekam di dalam penjara Israel selama 23 hari, disitu ia terus menghadapi beragam siksaan, bahkan pihak Israel mengancam akan menangkap ibunya apabila tidak mau mengakui tuduhan yang diberikan kepadanya.

Lembaga Urusan Tawanan melaporkan bahwa jumlah anak-anak yang ditangkap dan dipenjara oleh penjajah Israel saat ini mencapai 220 orang, sebanyak 95 orang dari mereka ditawan Israel di penjara Ofer yang lokasinya berdekatan dengan Ramallah, Tepi Barat. Sisanya berada di dua penjara yaitu Etzion dan Hasharon. (msy/alk/arb/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization