Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantoro

Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantoro

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ki Hadjar Dewantara. (kepustakaan-presiden.pnri.go.id)
Ki Hadjar Dewantara. (kepustakaan-presiden.pnri.go.id)

dakwatuna.com – Ingarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani. Itulah semboyang khas Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan nasional kita yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Berkat perjuangan beliau rakyat Indonesia dapat merasakan nikmatnya pendidikan. Pada zaman penjajahan kolonial Belanda beliau mendirikan Taman Baca di Yogyakarta sebagai upaya untuk memberikan kesempatan belajar bagi kaum pribumi.

Di depan menjadi teladan (Ingarso sung tulodo), bahwa seorang guru harus menjadi teladan bagi peserta didiknya. Dalam arti lebih luas bahwa siapapun yang berada di depan maka ia adalah teladan. Jika ia seorang pemimpin maka ia harus bisa menjadi teladan bagi orang – orang yang dipimpinnya. Dalam sebuah organisasi akan sulit mencapai sebuah tujuan jika ia tidak bisa menunjukkan bahwa ia pantas menjadi teladan. Bahkan mungkin organisasi tersebut bisa saja bubar apabila pemimpin tersebut terus saja tidak bisa menjadi panutan bagi bawahan – bawahannya.

Di dalam dunia pendidikan khususnya, seorang guru harus bisa menjadi contoh bagi murid – muridnya. Karena dalam falsafah jawa bahwa guru itu adalah digugu lan ditiru guru itu dipercaya dan diikuti. Jika siswa sudah tidak percaya lagi kepada guru maka siswapun sulit untuk mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru tersebut. Usia sekolah merupakan usia di mana siswa akan mudah meniru setiap apa yang ia lihat, maka seorang guru juga harus bisa memberikan contoh – contoh yang baik kepada peserta didiknya. Guru juga harus lebih kretif dalam melakukan inovasi – inovasi dalam kegiatan pembelajaran agar terbentuk karakter – karakter baik bagi peserta didiknya.

Saat ini kebanyakan guru lalai bahwa sesungguhnya ia sudah dicontoh oleh peserta didiknya. Tanpa sadar banyak perilaku – perilaku yang tidak layak diperlihatkan kepada siswa, sehingga siswapun mengikuti apa yang ia lihat. Sudah saatnya guru – guru kita turut memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Hal yang bisa dilakukan adalah menjadi contoh – contoh yang baik bagi peserta didiknya. Meskipun kecil tapi dampaknya besar bagi penbentukan karakter generasi Indonesia masa depan.

Di tengah memberikan bimbingan, (Ing Madyo Mangun Karso) secara umum bahwa seorang pemimpin harus bisa memberikan motivasi, membimbing bawahannya agar bisa menciptakan karya yang besar. Karena sesungguhnya tidak cukup hanya bisa menjadi contoh, tetapi juga harus memberikan arahan – arahan agar kinerja bawahannya lebih terarah. Dalam dunia pendidikan guru harus bisa memberikan bimbingan kepada siswanya agar mereka dapat menemukan potensinya masing – masing. Membimbing tidak hanya di dalam kelasnya masing – masing, tetapi di luar kelas guru juga harus memberikan motivasi kepada siswanya dengan kegiatan – kegiatan yang positif.

Saat ini tugas guru hanya dipahami sebelah mata saja, bahwa tugas guru adalah mengajar di sekolah saja. Ketika jam sekolah selesai maka tugas guru juga selesai. Kalau kita melihat pesan Ki Hadjar Dewantara yang kedua ini, jelas bahwa yang namanya menjadi pembimbing tidak hanya di dalam sekolah saja, tetapi di luar sekolah juga. Karena waktu siswa lebih banyak di luar sekolah, jadi guru harus lebih jeli melihat aktivitas siswa di luar sekolah. Jika ada hal – hal yang menyimpang guru bisa meluruskannya.

Guru juga dapat memanfaatkan waktu di luar sekolah untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang bernilai positif. Misalnya membuat kerajinan bersama siswa, istana anak, wisata pendidikan dan lain sebagainya.

Pesan Ki Hadjar Dewantara yang ketiga adalah, Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan). Sudah seharusnya bagi pelaku pendidikan bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik, harus memberikan dorongan bagi kemujuan pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengembalikan aktivitas pendidikan pada tujuan pendidikan nasional kita yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Jika semua pendidik sadar akan tugasnya untuk mendorong semua peserta didiknya agar lebih baik maka kualitas pendidikan di Indonesia ini bisa lebih maju.

Itulah ketiga pesan Bapak Pendidikan Nasional kita Bapak Ki Hadjar Dewantara bagi kita semua para pelak pendidikan di Indonesia. Semoga dengan momentum hari Pendidikan Nasional ini bisa menjadi agenda refleksi kita dalam mejalankan tugas kita sebagai seorang pendidik. Jika selama ini masih banyak hal yang harus dibenahi dalam mendidik, maka sudah saatya kita benahi semua itu demi kemajuan pendidikan serta anak didik kita. Karena masa depan anak didik ada di tangan gurunya. Jika guru salah memberikan bimbingan kepada siswanya maka akan berimbas pada masa depan meraka.

Bangga jadi guru, karena tanpa guru tak ada orang cerdas di dunia ini.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Relawan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa, Daerah Penempatan Kabupaten Nunukan.

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization