Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Seminar Muslimah “BEAU-TEE” FARIS: Hijab Dalam Taat

Seminar Muslimah “BEAU-TEE” FARIS: Hijab Dalam Taat

Seminar Muslimah "BEAU-TEE" FARIS. (Deasy Lyna Tsuraya)
Seminar Muslimah “BEAU-TEE” FARIS. (Deasy Lyna Tsuraya)

dakwatuna.com – Ahad kemarin (3/5), saya mengisi seminar muslimah bertajuk “BEAU-TEE (Be a Truly Moslemah Teenagers)” yang diselenggarakan oleh FARIS (Forum Aktivitas Rohis se-Duren Sawit). Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang pelajar muslimah dari SMA/SMK yang berlokasi di sekitar Duren Sawit maupun Jatinegara Jakarta Timur.

Saya sebagai pembicara ingin berbagi mengenai materi yang saya bawakan kemarin. Saya awali materi dengan mengutip Hadist nabi yang mengatakan bahwa “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah”. (HR. Muslim). Bahwa Islam menganggap wanita sangat mulia, mereka mendapatkan posisi dan peran yang adil antara laki-laki dan perempuan serta tidak ada diskriminasi status kemanusiaan dan potensi keduanya yang tujuannya agar mereka menjadi hamba yang menaati Tuhannya.

Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 31yang artinya “… dan janganlah mereka (wanita-wanita mukmin) menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dadanya…..” Perintah Allah dalam surah tersebut mengajak para muslimah untuk bisa menutup auratnya dengan berhijab dikarenakan wanita itu istimewa dan dimuliakan oleh Allah. Pun Rasulullah bersabda yang artinya“Wahai Asma’, sesungguhnya perempuan itu apabila telah baligh tidak layak kelihatan darinya kecuali ini dan ini “ (sembari beliau menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan beliau). (HR Abu Daud).

Lalu, siapa bilang wanita berjilbab itu kampungan, norak dan gak trendi? Kini wanita Muslimah yang berjilbab pun bisa tampil trendi. Tapi INGAT!! Harus mencontoh model yang BENAR alias tetap Syar’i (sesuai aturan yang diperintahkan oleh Allah SWT).

Seminar Muslimah "BEAU-TEE" FARIS. (Deasy Lyna Tsuraya)
Seminar Muslimah “BEAU-TEE” FARIS. (Deasy Lyna Tsuraya)

Bagaimana jilbab yang syar’i itu? Yakni yang tidak perlu banyak tutorial, tidak perlu banyak menggunakan peniti, lebih simple, bisa langsung dipakai shalat dan tentu bisa membantu menundukkan pandangan kaum lelaki. Sedangkan jilbab gaul adalah yang banyak tutorialnya, ketat, memakai celana yang merupakan pakaian laki-laki dan tentunya dengan itu menyulitkan para lelaki untuk menundukkan pandangan.

Pakaian hadir sebagai penutup aurat dan sebagai perhiasan. Seperti dalam surah Al-A’raaf ayat 26 yang artinya “Hai anak Adam, Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup aurat dan pakaian indah untuk perhiasan.” Lantas, kenapa sih sebagai seorang muslimah kita harus menutup aurat/berhijab?” Karena dengan berhijab, dapat menutupi kulit atau meminimalisir dari sapuan sinar matahari. Apalagi sekarang ini lapisan ozon semakin menipis akibat pemanasan global. Kondisi ini menyebabkan sinar UV memiliki potensi lebih besar untuk mengenai kulit secara langsung tanpa disaring oleh ozon. Selain itu, dengan berhijab dapat menunjukkan sebagai identitas seorang muslimah serta meninggikan derajatnya dan sudah tentu dapat mencegah dari gangguan laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

Jika ada yang bertanya, “Kok berjilbab tapi kelakuannya begitu (red: negatif)?”. Maka jawabannya adalah bahwa yang salah ialah perbuatannya tanpa perlu diminta lepas jilbabnya. Sama halnya dengan laki-laki yang tetap wajib shalat fardhu, shalat jumat, puasa Ramadhan meski punya banyak kekurangan di sana-sini.

Definisi cantik bagi seorang muslimah adalah seorang yang kesehariannya hanya untuk beribadah kepada Tuhan. Keindahan wajahnya ia tundukkan dengan rasa malu. Warna kulitnya yang putih/kuning ia selimuti dengan penutup. Keindahan suaranya ia hiasi dengan kalimat baik. Sorotan matanya ia tundukkan hanya melihat kekuasaan Tuhan, dan Aktivitasnya selalu untuk dan karena Sang Pencipta, Allah SWT.

Terakhir, saya mengajak para peserta untuk memelihara diri, harga diri, dan akhlak dalam merealisasikan peran hidup. Baik sebagai hamba Allah, sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu, maupun sebagai generasi muda. Insya Allah dengan itu kita akan bisa menjadi muslimah yang seutuhnya. Insya Allah

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Deasy Lyna Tsuraya
Fulltime mother yang sedang asyik mengurus seorang putra, senang menulis dan mengembangkan kemampuan diri menjadi seorang pembicara atau moderator acara kemuslimahan. Mengisi kesehariannya dengan mengelola web islami dan usaha Rumah Koleksi Antaradin yang bergerak di bidang fashion islami.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan