Topic
Home / Berita / Nasional / Mentan Sebut Benih Impor Percepat Wujudkan Swasembada Pangan, DPR: Itu akan Jadi Blunder Bagi Pemerintah

Mentan Sebut Benih Impor Percepat Wujudkan Swasembada Pangan, DPR: Itu akan Jadi Blunder Bagi Pemerintah

Anggota Komisi IV DPRRI dari FPKS, Andi Akmal Pasluddin. (IST)
Anggota Komisi IV DPRRI dari FPKS, Andi Akmal Pasluddin. (IST)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Akmal Pasluddin mengatakan, bahwa benih-benih yang di impor dengan tujuan mempercepat perwujudan swasembada pangan akan menjadi blunder bagi pemerintah Indonesia. Menurutnya, hal itu akan mengakibatkan dikuasainya satu rantai rangkaian kedaulatan pangan oleh asing.

Dalam siaran tertulis yang diterima dakwatuna.com, Selasa (28/4), Andi Akmal menjelaskan, pidato Menteri Pertanian (Mentan) Senin (27/4) kemarin di pulau buru, Maluku, tentang ancaman kedaulatan negara jika ketahanan pangan lemah patut diapresiasi. Namun ada satu hal yang perlu menjadi catatan, lanjut Andi Akmal, bahwa dari mana benih tersebut didapatkan juga merupakan rangkaian ancaman terhadap kedaulatan pangan itu sendiri.

Politisi PKS dari Sulawesi Selatan ini mengatakan, rangkaian rencana menuju swasembada sudah sangat matang, dengan penambahan anggaran pertanian di APBNP 2015 sebesar Rp15,8 Triliun, maka Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat porsi anggaran sebesar Rp32,7 Triliun. Hal ini, kata Andi Akmal, akan menjadi sangat leluasa bagi kementan untuk bekerja sesuai yang ditargetkan Presiden Jokowi.

Akan tetapi yang disayangkan, ujar Andi Akmal, pada pengadaan benih untuk areal lahan 1 juta Ha dengan nilai Rp750 Miliar, ada keterlibatan PT Monsanto Indonesia sebagai penyedia benih dan PT Cargil Indonesia sebagai penyerap hasil produksi.

“Kami ingin penjelasan kepada pihak kementerian, mengapa ada pihak asing pada penyedia benih dan penyerapan produksi pada proses menuju swasembada pangan,” imbuh Andi Akmal.

Keterlibatan asing ini, masih kata Andi Akmal, adanya kerjasama Kementan untuk peningkatan produksi pertanian dalam skema Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), dimana pengadaan benih pertanian mengandalkan produsen benih asing. Keterlibatan produsen asing ini, menurut Andi Akmal, mengakibatkan prasangka-prasangka. Pertama Negara ini masih merasa lemah dan tidak percaya diri terhadap penyediaan benih sendiri, kedua keterlibatan asing akan mengganggu dan mengancam target kedaulatan pangan.

“Kami berharap, Kementerian Pertanian dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan potensi dalam negeri untuk mewujudkan swasembada pangan sehingga target kedaulatan pangan tercapai tanpa menyakiti infrastruktur sosial dalam negeri,” pungkas Andi Akmal. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Buah Impor

Cina Masih Jadi Sumber Impor Nonmigas Pemerintah

Figure
Organization