Home / Pemuda / Essay / Jadilah Pemuda Harapan Umat

Jadilah Pemuda Harapan Umat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Abdullah Syarif)
Ilustrasi. (Abdullah Syarif)

dakwatuna.com – Alhamdulillah para saudara saya yang sekarang duduk di bangku XII SMA hampir meninggalkan sekolahnya dan akan menentukan masa depannya akan mau di bawa ke mana. Sebagai pemuda pasti kita sering mendengarkan pemuda ada di garda terdepan untuk menjadikan umat ini menjadi umat yang terbaik (khoiru ummah). kita pasti sering mendengar orang tua kita, guru kita, dan pendahulu kita bahwa pemuda adalah harapan umat. Oleh sebab itu mau tidak mau, suka tidak suka memang itulah tugas kita, itulah kewajiban kita karena kalau bukan kita mau ke mana lagi umat ini akan berharap. Namun sangat disayangkan harapan yang begitu mulia hingga sekarang belum terwujud. Kita dapat melihat teman-teman kita masih banyak yang terjebak dalam berbagai kesintingan seperti mabuk-mabukan, memakai narkoba, bahkan yang lebih parah yaitu zina, dan kesintingan-kesintingan lain yang terjadi pada teman kita. Terlepas dari semua itu saya sangat berpesan kepada saudara saya yang akan menentukan ke mana masa depannya terutama yang akan ke perguruan tinggi karena Mahasiswa memiliki peran yang lebih di harapkan (Agent Of Change).

Kita sebagai pemuda sangat jelas sekali melihat kesintingan demi kesintingan lain yang menerpa negeri kita seperti kenaikan harga BBM, kenaikan TDL, Indonesia dalam status darurat narkoba, pembegalan merebak di mana-mana, dan kesintingan lainnya. Kita sebagai Agent of change dituntut untuk turut berpartisipasi dalam menghancurkan kesintingan itu, seperti sabda Rasul Saw: “Barangsiapa yang melihat kedzaliman hendaklah menggunakan tangan untuk menghilangkannya, jika tak sanggup gunakan lisan dan jika engkau masih tak sanggup bencilah kedzaliman itu, yang demikian itu selemah-lemahnya iman. Namun sangat disayangkan pemuda kita masih banyak yang diam bahkan apatis melihat kesintingan itu. Pemuda seolah tak mau bertindak, bergerak bahkan untuk membenci pun tidak. Sebagai contoh kita bisa melihat keapatisan pemuda yang ketika saudara kita yang miskin tertindas oleh kenaikan BBM, pemuda terdiam saja bahkan ada yang mengatakan “baguslah biar masyarakat gak manja” sungguh miris saya ketika mendengar statement ini padahal kenaikan BBM sangat terasa mencekik sekali dampaknya bagi saudara kita yang susah. Melihat hal ini saya berpendapat ada beberapa hal yang menyebabkannya:

  1. Budaya hedonis yang ditanamkan oleh sistem. Hedonisme adalah budaya yang menyandarkan kesuksesan sejati adalah uang, prestise, dan kelamin. Budaya ini sangat kentara ditanamkan oleh media, tokoh yang kita sukai, bahkan guru kita ada yang menanamkan hal ini. Hal ini menyebabkan keegoisan kita sebagai pemuda.
  2. Paham yang mengatakan Politik itu Kotor. Ya dewasa ini kita melihat banyak sekali opini-opini bahwa politik merupakan hal yang sangat menjijikan opini tersebut biasanya di sandarkan ketika kita melihat para wakil kita ketika memimpin.

Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang membuat kita sebagai pemuda menjadi apatis. Namun saya berpandangan kedua hal tersebutlah yang paling tajam menyayat semangat kita untuk berjuang.

Ayolah pemuda sampai kapan kita diam melihat kesintingan itu merajalela kita harus segera berbenah, menyingsingkan lengan baju, mengangkat kaki untuk menyingkirkan kesintingan-kesintingan itu. Hilangkan budaya kehedonisanmu, ubahlah mafhum bahwa politik itu kotor, kita harus bermafhum bahwa politik itu jalan menuju khoiru ummah. Dan yang terpenting kita harus bisa menyadarkan umat bahwa untuk mengubah politik yang busuk itu haruslah menggunakan sistem Tuhan, karena tak ada satupun di dunia ini yang berhak membuat hukum kecuali Tuhan. Sebagai penutup saya akan mengutip sabda Rasul Saw: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari tak memikirkan umatku dia bukanlah bagian dari umatku”, lihatlah kawan peran vital pemuda yang diharapkan umat, sampai-sampai Rasul sangat membenci yang namanya keapatisan. Mari pemuda kita Bersatu, Bergerak, tegakkan hukum Allah Swt untuk menghancurkan kesintingan demi kesintingan yang ada dalam negeri ini. Dan Jadilah Kita Pemuda Harapan Umat.

Barakallahu Fikum.

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Mahasiswa Angkatan 2014 Jurusan Teknik Informatika UAD.

Lihat Juga

Kita Sebagai Umat yang Satu (Kita Adalah Satu)