Topic
Home / Narasi Islam / Politik / Sistem Cardiovaskuler Kunci Sukses Sebuah Pergerakan

Sistem Cardiovaskuler Kunci Sukses Sebuah Pergerakan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Ainun Indra)
Ilustrasi. (Ainun Indra)

dakwatuna.com – “Pergerakan itu ibarat sebuah jantung yang memompakan darah ke seluruh penjuru tubuh” itulah ungkapan singkat yang di sampaikan oleh Gading E.A dalam kegiatan bedah buku “Menjaga Nafas Pergerakan” karya beliau sendiri. Dalam buku tersebut beliau menganalogikan sebuah konsep pergerakan layaknya sistem kerja cardiovaskuler dalam tubuh kita. Di mana dalam sistem tersebut jantung yang diposisikan sebagai pemimpin, bertugas untuk memompakan darah yang kaya akan kandungan oksigen ke seluruh tubuh agar menjamin semua kerja yang dilakukan tubuh dapat tetap berjalan. Maka tatkala jantung itu berhenti dan mati, maka seluruh kerja tubuh juga akan berhenti. Begitu pula dalam sebuah pergerakan, ada 3 kunci utama dari sebuah pergerakan yaitu Pemimpin, Visi/Tujuan serta Kader.

Apabila digambarkan dalam sebuah sistem cardiovascular maka 3 kunci itu ibarat sebuah jantung. Di mana pemimpin memastikan jantung tetap berdetak dan memompa, visi akan memastikan laju alir darah sesuai fungsi awal yaitu mengalirkan darah melalui pembuluh arteri dan kembali melalui pembuluh vena, serta kader layaknya seluruh saluran pembulu darah yang akan menebarkan oksigen (ideologi dan tujuan sebuah pergerakan) ke seluruh bagian tubuh.

Ilustrasi. (Ainun Indra)
Ilustrasi. (Ainun Indra)

Dalam kenyataan seseorang diizinkan untuk ikut kedalam lebih dari satu gerakan namun ideologinya sejalan, karena bisa jadi dari satu ideologi mampu di bagi kedalam beberapa tipe pergerakan. Sebagai contoh ideologi Pancasila yang kita gunakan di Indonesia. Banyak cara pergerakan yang dapat dilakukan dengan tujuan penerapan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Ada pergerakan dari jalur diplomasi, jalur peperangan, ataupun jalur pencerdasan masyarakat dsb. Dapat kita bayangkan saat kita memegang ideologi pancasila namun kita juga turut serta dalam pergerakan komunisme tentu akan terjadi banyak penolakan. Ada 2 tipe kerja yang terjadi dalam sistem cardiovascular yaitu inferior(aliran ke bawah tubuh) dan superior(aliran ke atas tubuh).

Pada tipe Inferior para kader akan terjun ke masyarakat untuk menyebarluaskan visi maupun mengimplementasikan aksi dari kebijakan dalam sebuah pergerakan. Di sinilah terkadang kader akan mengalami disorientasi atau lunturnya nilai-nilai ideologi pergerakan. Saat seperti ini dinamakan sebagai fase Empowerment di mana sesuai dengan sistem cardiovascular oksigen mulai tercampur oleh karbondioksida dan perlu untuk direcharge atau dibersihkan.

Tipe Superior atau bisa kita sebut fase Improvement di mana kader-kader perlu diberikan recharge atau penyegaran kembali setelah mengalami disorientasi. Oleh karena itu perlu adanya kemampuan Jantung dari sebuah pergerakan untuk memberikan penyegaran. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi-diskusi yang intensif serat pertemuan-pertemuan kultural dsb untuk menjamin kestabilan arah pergerakan dari kader yang dibentuk.

Dalam sebuah pergerakan dibutuhkan pula sebuah pemetaan terhadap kemampuan seorang kader. Melalui Peta Kader kita dapat mengklasifikasikan kader kedalam empat tipe, yaitu Massa yang dihuni oleh mayoritas kader, kemudian yang bergerak di Operasional, Konseptor dan yang terkecil jumlahnya yaitu Ideologi dimana ia memiliki peran core dalam menjamin kesesuaian arah pergerakan.

Lingkup pengertian ideologi di sini juga berarti sebagai core atau nilai-nilai dasar yang dijunjung sebuah pergerakan, sehingga lingkupnya dapat saja lebih besar maupun lebih kecil dari yang dicontohkan. Semoga bisa bermanfaat bagi kemajuan pergerakan di Indonesia.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Dirjen Energi Kementrian Energi dan Maritim BEM ITS Kepala Departemen Syiar Lembaga Dakwah Ashabul Kahfi Penerima Beasiswa PPSDMS Nurul Fikri Penerima Beasiswa Sampoerna Foundation Medali Perak PIMNAS 27 Delegasi Make a Different Forum di Hongkong Delegasi Round Table Discussion di Asean University Youth Summit Malaysia Juara 2 Pidato Nasional Pembaca Puisi Terbaik Nasional

Lihat Juga

Keluarkan Sistem Ekonomi Baru, Erdogan: Produksi Negara Harus Meningkat

Figure
Organization