Topic
Home / Berita / Nasional / Demam Batu Akik Melanda, Pemerintah Siap-Siap Kenakan Pajak

Demam Batu Akik Melanda, Pemerintah Siap-Siap Kenakan Pajak

Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mencoba batu akik 'Kepala Banteng' seharga 1 miliar. (tribunnews.com)
Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mencoba batu akik ‘Kepala Banteng’ seharga 1 miliar. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.   Demam batu akik yang sedang melanda masyarakat membuat pemerintah berencana akan menjadikan batu akik sebagai barang kena pajak karena dikategorikan sebagai perhiasan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, tingkat penjualan batu mulia di Jakarta Gems Stone Rawabening, Jatinegara, Jakarta Timur terus meningkat tajam hingga mencapai Rp 5 miliar-Rp 10 miliar setiap hari.

“Nilai tersebut diperoleh dari penjualan batu mulia per butir mulai dari kisaran harga Rp 35 ribu, Rp 2 juta, sampai dengan Rp 10 juta lebih,” kata Salih di Jakarta, Selasa (21/4/2015) dikutip dari liputan6.com

Pemerintah akan merancang kategori perhiasan yang dikenakan pajak dalam revisi peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.253/PMK.03/2008.

Aturan tersebut akan mengatur tentang Wajib Pajak Badan tertentu sebagai Pemungut Pajak Penghasilan (PPh), dari Pembeli Atas Penjualan Barang yang tergolong sangat mewah dikenakan pajak 5 persen atas transaksi penjualan senilai batu mulia yang kena pajak yaitu yang memiliki harga jual di atas Rp 1 juta, Sedangkan untuk harga jual di bawah Rp 1 juta dikenakan tarif antara 0,5-1,5 persen.

Dikutip dari detik.com, Kementerian Perindustrian menggelar pameran batu mulia yang bertajuk ‘Demam Batu’ yang diikuti oleh pengrajin batu se-nusantara di Plasa Pameran Kementerian Perindustrian, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/15)

Dalam sambutannya Menteri Perindustrian Saleh Husein berjanji akan membantu para perajin batu untuk memasarkan bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Karena menurutnya, dengan dipasarkan di luar negeri, para perajin batu ini penghasilannya akan semakin meningkat. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bloomberg: Kebijakan Pangeran Bin Salman ‘Menguras Kantong’ Keluarga Saudi

Figure
Organization