Topic
Home / Berita / Nasional / Dukung Kemerdekaan Palestina, Indonesia Akan Buka Konsulat di Ramallah

Dukung Kemerdekaan Palestina, Indonesia Akan Buka Konsulat di Ramallah

Warga palestina merayakan pengakuan PPB atas Kedaulatan Palestina.  (viva.co.id)
Warga palestina merayakan pengakuan PPB atas Kedaulatan Palestina. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Disela-sela Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan  Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dan sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, Indonesia akan membuka konsul kehormatan di Ramallah.

Usai pertemuan tersebut Jokowi mengatakan akan membahas langkah-langkah konkrit mengenai upaya kemerdekaan Palestina dalam sejumlah pertemuan.

“Yang digarisbawahi dalam pertemuan tadi adalah disampaikan bahwa Palestina merupakan satu satunya negara yang masih dalam penjajahan dan itu harus diakhiri, ” jelas Jokowi kepada wartawan usai pertemuan, seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Deklarasi kemerdekaan untuk Palestina menjadi salah satu isu sentral yang dibahas dalam Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Dikutip dari detik.com, Menlu Palestina Riyad al-Maliki pun mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang diberikan negara-negara Asia Afrika.

“Kita punya dukungan kuat dari Asia Afrika. Indonesia sepakat membuat dukungan kemerdekaan untuk Palestina, berarti Palestina memiliki arti penting. Palestina menjadi fokus utama di gathering ini. Terima kasih Indonesia untuk memberi dukungannya,” ujar Riyad dalam bahasa Inggris. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization