Topic
Home / Berita / Daerah / Ahok Tuding Penutupan Kramat Tunggak jadi Penyebab Maraknya Prostitusi Kos-Kosan

Ahok Tuding Penutupan Kramat Tunggak jadi Penyebab Maraknya Prostitusi Kos-Kosan

Gubernur DKI, Basuki T Purnama tuding penutupan kramat tunggak penyebab maraknya prostitusi kos-kosan.  (merdeka.com)
Gubernur DKI, Basuki T Purnama tuding penutupan kramat tunggak penyebab maraknya prostitusi kos-kosan. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menuding penutupan lokalisasi Kramat Tunggak Jakarta Utara jadi penyebab maraknya bisnis prostitusi kos-kosan.

“Bang Yos (sapaan Sutiyoso) berhasil menutup Kramat Tunggak jadi Islamic Center. Nyatanya sekarang (bisnis prostitusi) berceceran di kos-kosan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (20/4/15) sebagai mana dikutip dari rmol.co

Ahok bahkan menganggap bahwa kawasan lokalisasi sebenarnya dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengawasi bisnis ini dan tidak menimbulkan korban sebagaimana yang terjadi pada Deudeuh Alfisahrin alias Tata.

Lokalisasi Kramat Tungak pertama kali didirikan dimasa Gubernur Ali Sadikin pada tanggal 27 April 1970 dengan tujuannya agar tempat prostitusi yang tersebar di beberapa wilayah di Ibukota bisa terpusat. Sehingga pemerintah bisa lebih mudah mengontrol.

Namun pada dekade 80 hingga 90-an, jumlah pekerja seks komersial (PSK) di kawasan tersebut semakin tinggi hingga mencapai lebih dari 2 ribu orang dan ratusan germo. Angka kriminalitas di wilayah itu pun semakin meningkat.

Hingga akhirnya pada 31 Desember 1999 di bawah kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, lokalisasi Kramat Tunggak ditutup. Kemudian di atas lahan 12 hektar itu dibangun Jakarta Islamic Center. (sumber: liputan6.com).  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Anies, Mahyeldi, dan Amal Jariah Pemilih Muslim

Figure
Organization