Topic
Home / Berita / Nasional / Potensi Zakat Tertinggi ada Di Jawa Barat

Potensi Zakat Tertinggi ada Di Jawa Barat

Sosialisasi Zakat (inet).  (bazsiak.com)
Sosialisasi Zakat (inet). (bazsiak.com)

dakwatuna.com – Bogor. Zakat, merupakan instrumen yang bertugas menciptakan keadilan distribusi, pemerataan pembangunan, dan sekaligus menjadi alat pemberdayaan sosial ekonomi kelompok miskin serta kelompok termarjinalkan lainnya.

Dikutip dari baznas.go.id,  Target nasional penghimpunan zakat yang telah ditetapkan BAZNAS, yaitu Rp 4,2 trilyun pada 2015 dan menembus angka Rp 10 trilyun di tahun 2019.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB melakukan penelitian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan membayar zakat di masyarakat dengan mengambil sampel wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Riset ini dilakukan oleh Ahmad Mukhlis dan Irfan Syauqi dosen dari Program Studi Ekonomi Syariah IPB. Riset yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar zakat, dan untuk mengidentifikasi faktor yang dominan, agar lebih mudah dalam membuat kebijakan yang optimal.

“Jawa Barat adalah provinsi yang masuk wilayah dengan potensi zakat tertinggi, termasuk juga Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Irfan Syauqi, di Bogor, Selasa (21/4/15), seperti dikutip dari repubika.co.id.

Dikatakannya, latar belakang dilakukannya riset tersebut karena peran zakat yang sangat luas terutama berkaitan dalam mengatasi kemiskinan yang menjadi permasalahan utama di Indonesia. Krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri ikut mempengaruhi lamanya bencana kemiskinan di dalam negeri.

“Zakat menjadi alternatif program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan,” katanya.

Selain itu, zakat merupakan sarana yang dilegalkan oleh agama Islam dalam pembentukan modal yang tidak semata-mata dari pemanfaatan dan pengembangan sumber daya alam, tetapi juga berasal dari sumbangan wajib orang kaya.

“Zakat juga berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyediaan sarana serta prasarana produksi,” katanya.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Zakat Sebagai Solusi Masa Depan BPJS Kesehatan

Figure
Organization