Topic
Home / Berita / Nasional / Soal TKI yang Dihukum Mati, Jokowi: Kita Hormati Kedaulatan Hukum Negara Lain

Soal TKI yang Dihukum Mati, Jokowi: Kita Hormati Kedaulatan Hukum Negara Lain

Presiden Joko Widodo (okezone)
Presiden Joko Widodo (okezone)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara seputar sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang banyak tersangkut persoalan hukum khususnya terhadap hukuman mati dua orang TKI baru-baru ini.

Jokowi memilih untuk menghormati keputusan hukum negara lain, namun tetap berupaya untuk memperjuangkan nasib WNI tersebut.

“Itu kedaulatan hukum mereka, kita hormati, kita hargai. Tapi kita tetap berusaha tidak kurang-kurang,” kata Presiden Jokowi, saat wawancara khusus dengan Antara di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/4/15) dikutip dari republika.co.id

Presiden menegaskan masing-masing negara memiliki kedautalan hukum yang berbeda dengan Indonesia yang harus dihormati. Itu, kata dia, termasuk dalam soal hukuman bagi terpidana mati, di mana banyak TKI yang telah dipidana mati karena berbagai kasus hukum di negara lain.

“Kita sudah berusaha, tidak kurang-kurang dari pertemuan dengan Menlu, menyurati, menyiapkan diyat, tapi kalau mereka punya hukum yang berbeda ya kita harus hargai tapi juga kita harus tetap berusaha,” tuturnya.

Ketika ditanya kaitan antara penundaan eksekusi mati terhadap 11 terpidana mati kasus narkoba dengan kasus-kasus TKI, hal tersebut langsung dibantah Jokowi

“Tidak ada, itu kedaulatan hukum kita dan kedaulatan hukum mereka,” tukasnya.

Dari awal Presiden bahkan telah menolak cara-cara lobi, termasuk pertukaran narapidana jika itu terkait langsung dengan kasus narkoba. Sebab ia sendiri telah menyatakan Indonesia berada dalam keadaan darurat narkoba.

Sementara soal eksekusi TKI, Presiden Jokowi telah mengirimkan dua surat kepada Raja Arab Saudi untuk menunda dan membatalkan hukuman mati bagi TKI yakni Siti Zaenab dan Karni. Namun, faktanya keduanya tetap dieksekusi mati.

Dikutip dari okezone.com, Presiden Jokowi mengaku tak akan melayangkan protes langsung pada petinggi Arab Saudi terkait dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dihukum mati saat acara Konferensi Asia Afrika (KAA). Pasalnya, Indonesia telah lebih dulu menyampaikan nota protes ke Arab Saudi.

Diketahui, dua TKI yang dieksekusi mati itu bernama Siti Zaenab dan Karni binti Medi Tarsim. Siti dieksekusi mati pada Rabu 15 April 2015, sementara Karni dieksekusi pada Kamis 16 April 2015.

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Laporan PBB: Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

Organization