Home / Berita / Internasional / Amerika / Setelah Tiga Tahun Menjelajah, Robot Nasa Akhirnya Temukan Air di Mars

Setelah Tiga Tahun Menjelajah, Robot Nasa Akhirnya Temukan Air di Mars

Robot Nasa atau Nasa Curiosity saat menjelajah planet Mars. (okezone.com)
Robot Nasa atau Nasa Curiosity saat menjelajah planet Mars. (okezone.com)

dakwatuna.com – California.  Hampir tiga tahun sejak robot mobil penjelajah milik NASA alias NASA Curiosity melakukan investigasinya di Mars. Selama itu pula robot mobil hanya mampu menemukan bongkahan batu-batuan tak berarti, dan NASA akhirnya dilaporkan menemukan bukti kongkret keberadaan air di Planet Merah.

Ditemukannya bukti keberadaan air tentunya turut menguatkan bukti adanya kehidupan di luar Bumi, yakni di Mars. Meski tak menemukan wujud air yang nyata seperti sungai atau lautan, NASA dilaporkan menemukan material benda cair yang membeku dalam bentuk permafrost.

Satu hal menarik lainnya, lembaga antariksa Amerika Serikat itu juga mendapatkan temuan terbaru tentang tanah di Mars yang basah dengan air garam cair. Pada dasarnya, air garam yang ditemukan di Planet Merah itu merupakan H2O yang sebenarnya tidak mungkin dapat eksis di tanah Mars karena dinginnya suhu di sana.

Meski air yang ditemukan di Mars disebut-sebut dapat membuktikan kehidupan mahluk asing di sana, namun ilmuwan masih ragu dengan hal tersebut. Itu dikarenakan melihat kondisi lingkungan Mars yang sangat asin tak memungkinkan makhluk apapun untuk hidup.

Ditambah lagi, tingginya tingkat radiasi dan udara yang sangat dingin yang mampu menyebabkan pembekuan pembuluh darah. Meski kemungkinan sangat kecil mahluk hidup dapat bertahan di Mars, tak menutup kemungkinan tentang adanya kehidupan lain di Planet Merah.

Ada sebagian tumbuhan di Bumi bernama halophiles yang ternyata dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang sama asin dengan Mars. Meski makhluk itu juga tak dapat menahan radiasi dan musim dingin berkepanjangan, tetap ada kemungkinan makhluk hidup untuk tinggal di Planet Merah. Demikian seperti dilansir ShortList, dikutip dari okezone.com, Rabu (15/4/2015)

Dikutip dari wikipedia, Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi (III) oksida di permukaan planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan tudung es. Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Konflik Air Antara Ethiopia, Sudan, dan Mesir

Figure
Organization