Topic
Home / Berita / Nasional / Mensos: Korban Penyalahgunaan Narkoba Tidak Bisa Ditangkap, tapi Direhabilitasi

Mensos: Korban Penyalahgunaan Narkoba Tidak Bisa Ditangkap, tapi Direhabilitasi

Pengedar Narkoba beserta barang bukti. (sindonews.net)
Pengedar Narkoba beserta barang bukti. (sindonews.net)

dakwatuna.com – Jakarta – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para pengguna narkoba merupakan korban yang sebaiknya tidak ditangkap. Mereka harus direhabilitasi baik secara medis maupun sosial.

“Korban penyalahgunaan narkoba tidak bisa ditangkap, sebab mereka harus direhabilitasi baik medik maupun sosial. Untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar memperketat sistem keamanan dan memotong mata rantai narkoba di dalam lapas,” kata Khofifah di Markas Slank, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (14/4/15).

Khofifah mengunjungi markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan terkait dengan rencana digelarnya konser Drug Free Asia-Afrika, hari Minggu (19/4) mendatang.

Saat ini pemerintah tengah menargetkan 100 ribu pengguna untuk bisa direhabilitasi. Hal tersebut dilakukan karena peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

“Tidak kurang 4,5 juta korban penyalahgunaan narkoba, terdiri dari rentang usia dan berbagai profesi dari anak sekolah hingga pekerja usia produktif,” tutur Khofifah.

“Para korban penyalahgunaan narkoba akan direhablitasi sosial di bawah pengawasan Kementerian Sosial. Sedangkan, rehabilitasi medis di bawah kontrol Kementerian Kesehatan, ” tutupnya.

Korban akibat penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan diprediksi tidak kurang dari 50 orang perhari mati karena narkoba.

Dikutip dari ucanews.com, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia saat ini tengah berada dalam situasi darurat narkoba. Menurut dia, hampir 50 orang mati setiap hari karena narkoba.

“Bayangkan, setiap hari ada 50 generasi bangsa meninggal karena narkoba. Dalam setahun sekitar 18 ribu orang meninggal,” ujarnya dalam sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Nasional Penanganan Ancaman Narkoba dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Februari 2015, lalu.

Komitmen pemerintahan Jokowi dalam memberantas kejahatan narkoba akhir-akhir ini kembali dipertanyakan terkait penundaan eksekusi mati terpidana narkoba jilid-2. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

FORKOMMI dan FOKMA Malaysia Adakan Bakti Sosial untuk Korban Gempa Palu

Figure
Organization