Topic
Home / Berita / Opini / “Jika Anda Presiden, Apakah Anda Melakukan Hal Ini?”

“Jika Anda Presiden, Apakah Anda Melakukan Hal Ini?”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Presiden Joko Widodo (okezone)
Presiden Joko Widodo (okezone)

dakwatuna.com – Pagi ini, tak sengaja saya menemukan artikel berjudul “ Rakyat Menderita Akibat BBM Naik, Jokowi Naikkan Tunjangan Mobil Pejabat” yang dishare oleh seorang teman di laman facebook. Terenyuh membaca judulnya, akhirnya saya pun membuka laman tersebut.

Di artikel tersebut dikatakan Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan Presiden yang menaikkan fasilitas tunjangan uang muka untuk pembelian mobil perorangan bagi pejabat negara menjadi Rp 210.890.000, dari sebelumnya Rp 116.650.000. Alasannya sangat memprihatinkan., karena terjadinya peningkatan harga kendaraan bermotor dari harga sebelumnya.

Peraturan tentang pemberian fasilitas uang muka bagi pejabat negara untuk pembelian kendaraan perorangan tersebut berubah atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2010 menjadi Perpres No 39/2015. Detik.com mengutip berita ini dari laman Setkab, Rabu (1/4/2015) mengenai Perpres yang ditandatangani pada 20 Maret 2015 lalu.

Tapi dari laman lain, finance.detik.com diinformasikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku belum mengetahui kebijakan tersebut. Hal ini ketahui saat dia ditemui kamis kemarin (2/4/2015) di Kempinsky Grand Ballroom, Jakarta,

Yang menjadi pertanyaan, berdasarkan sederetan berita di atas, apa yang Anda rasakan? Sedih atau biasa-biasa saja?

Atau jika saat ini Anda adalah seorang presiden, apakah Anda akan melakukan hal serupa? Menaikkan tunjangan mobil pejabat di saat yang tidak tepat?

Jika rakyat sipil mengetahui berita ini, bukankah hal ini sangat menyakitkan bagi mereka? Di saat pejabat dan para pemegang amanah dipilih bersama-sama untuk menyejahterakan rakyat, pejabat malah sedang menikmati jabatan yang kini sedang mereka pegang. Di saat rakyat merasa tercekik karena naiknya harga pangan, pakan dan papan karena naiknya harga BBM, pejabat malah merasa senang karena naiknya tunjangan mereka untuk membeli mobil.

Padahal tidak dapat dipungkiri, sama-sama kita ketahui, sebagian besar para pejabat itu sebelum menjabat pun telah memiliki mobil terdahulunya. Jadi, jikalau ada alasan lain kenaikan tunjangan membeli mobil mobil untuk memperlancar pekerjaan para pejabat, hal ini tidak dapat diterima.

Menurut saya, jika memang kenaikan BBM tidak dapat dihindari, sebaiknya uang yang dipakai untuk menaikan tunjangan pejabat dialokasikan kepada hal yang lebih bermanfaat. Memberikan subsidi yang diatur sedemikian rupa oleh pemerintah kepada kendaraan umum seperti bus atau alat transportasi umum lain agar semua bahan pakan, pangan dan papan tidak naik pula harganya karena naiknya dana operasional angkutan umum tersebut.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Soal ‘Jalan Tol Pak Jokowi’, Fahira Idris: Rakyat Sudah Cerdas

Figure
Organization