Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / Mengintip Aktifitas Masjid Khusus Perempuan di Los Angeles

Mengintip Aktifitas Masjid Khusus Perempuan di Los Angeles

Aktifitas di dalam Masjid Perempuan yang terletak di Los Angeles, AS.  (america.aljazeera.com)
Aktifitas di dalam Masjid Perempuan yang terletak di Los Angeles, AS. (america.aljazeera.com)

dakwatuna.com – Los Angeles.   Umumnya masjid lebih banyak diperuntukkan bagi aktifitas kaum pria, seperti shalat berjamaah, kajian-kajian ataupun aktifitas lainya seperti tilawah Alquran, diskusi-diskusi serta berbagai aktifias keagamaan lainya.

Namun masjid yang satu ini dibangun khusus bagi kaum perempuan melakukan aktifitas ibadah dan berdiam diri di dalam masjid tanpa ada batasan waktu tertentu.

Masjid yang terletak di Los Angeles ini sejak berdiri hingga saat ini telah banyak didatangi oleh muslimah dari berbagai etnis suku bangsa yang kebetulan berdiam di Amerika Serikat. Mereka melakukan sholat, ibadah, dan berdiam diri di masjid, sampai ada juga pengajian dan kegiatan keagamaan lain khusus untuk muslimah di dalam masjid ini. Masjid ini bernama The Women’s Mosque, dan didirikan oleh M. Hasna Maznavi, seorang penulis cerita komedi dan berasal dari Sri Lanka yang berdiam di Amerika Serikat.

Apresiasi positif datang dari berbagai muslimah yang datang dan telah nyaman melakukan ibadah di The Women’s Mosque tersebut. Seperti salah satunya adalah Tanzila Ahmed, seorang penulis, aktivis komunitas dan ahli kebijakan yang berusia 30 tahunan. Tanzila yang merupakan muslimah keturunan Asia ini mengaku sangat nyaman menjalankan shalat dan mengikuti pengajian atau kegiatan keagamaan di dalam masjid khusus perempuan ini.

Dia tak lagi merasa rikuh atau kurang nyaman karena adanya batasan jam bagi perempuan di masjid dan adanya banyak laki-laki yang akan dia temui di masjid sehingga membuatnya kurang leluasa. Tanzila juga senang karena dengan berada di dalam masjid itu dia bisa lebih banyak mengenal dan menjalin komunikasi lebih dekat dengan para muslimah dari berbagai etnis dan bangsa yang kebetulan sama dengannya, bermukim di Amerika Serikat. Mereka bisa bertukar pengalaman dan cerita yang menginspirasi.

Ada lagi seorang muslimah bernama Edina Lekovic, seorang Direktur Kebijakan dan Programing Dewan Hubungan Masyarakat Muslim yang berasal dari Montenegro dan sekarang bermukim di Amerika Serikat. Lekovic juga sangat antusias dengan pendirian The Women’s Mosque ini, karena masjid ini bisa menjadi tempat pemberdayaan para muslimah yang bermukim di Amerika Serikat. Lekovic yang sering menjadi juru bicara nasional bagi komunitas muslim di Amerika Serikat ini mengatakan, “ Saya menyadari saat itu kami berada di tempat yang sama untuk alasan yang sama, yaitu untuk kembali menjalin koneksi dengan agama kami atau untuk memperdekatkan diri dengan agama kami dan kami ingin mencoba sesuatu yang sedikit berbeda”. Ujar Lekovic seperti dikutip dari viva.co.id Ahad (12/4/15)

The Women’s Mosque juga menyediakan tempat untuk aktivitas keagamaan seperti pengajian atau kegiatan ibadah lain yang di khususkan untuk perempuan, yaitu dengan pembicara atau penceramah perempuan dan jama’ah atau pesertanya pun juga perempuan. Dengan berdirinya masjid khusus The Women’s Mosque di Los Angeles Amerika Serikat ini, diharapkan bisa menjadi tempat berkumpul dan bertemunya para muslimah dari berbagai etnis, ras, dan suku bangsa yang sama-sama bermukim di Amerika Serikat untuk membangun sebuah silaturahim atau persaudaraan yang baik dan kuat, mengadakan kegiatan bersama yang bermanfaat, dan pemberdayaan maksimal bagi para muslimah di Amerika Serikat.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Brie Loskota dari University of Southern California, bahwa masjid khusus perempuan ini menjawab semua kritik dan permintaan dari para generasi muda muslimah di Amerika Serikat tentang pemberdayaan muslimah.

Dikutip dari laman womensmosque.com, diantara tujuan didirikan Masjid Perempuan ini adalah untuk mengangkat komunitas Muslim dengan memberdayakan perempuan dan anak perempuan melalui akses yang lebih langsung untuk beasiswa dan kepemimpinan peluang Islam.

Masjid Perempuan Amerika juga akan memberikan ruang yang aman bagi perempuan untuk merasa diterima, dihormati, dan secara aktif terlibat dalam umat Islam. Ini akan melengkapi masjid yang ada, menawarkan kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh, belajar, dan mendapatkan inspirasi untuk menyebar ke seluruh komunitas masing-masing. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial

Figure
Organization