Topic
Home / Berita / Daerah / Fahira: Jakarta Butuh Pemimpin Agak Gila, Tapi di Jalan yang Waras

Fahira: Jakarta Butuh Pemimpin Agak Gila, Tapi di Jalan yang Waras

Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris.  (suarajakarta.co)
Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris. (suarajakarta.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris pada dasarnya setuju dengan pernyataan koleganya di DPD RI, AM Fatwa yang mengatakan bahwa Jakarta membutuhkan pemimpin yang agak gila. Namun, ia menganggap pemimpin agak gila yang dibutuhkan Jakarta adalah pemimpin yang berada di jalan yang waras.

Boleh-boleh saja sih Agak Gila, asal di Jalan yang WARAS!  Saya gak Rela Jakarta dipimpin seorang yang Agak Gila di Jalan yang Gila!” tulis Fahira lewat akun Twitter-nya, @fahiraidris, Kamis (9/4/2015) malam.

Pernyatan Fahira tersebut merupakan sindiran terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial.

Fahira juga menolak anggapan yang menyamakan adanya kemiripan antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew atau mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Menurut Fahira, Kuan Yew dan Ali adalah dua tokoh yang keras, namun memiliki komunikasi politik yang santun dan tidak anti terhadap kritik.

Lee K Yew & Bang Ali adalah Pemimpin yg KERAS karakternya. Dan mereka BERHASIL membangun wilayahnya. Mereka berdua sekali lagi KERAS, tetapi TIDAK ANTI KRITIK & TIDAK MERASA PALING BENAR. Mereka berdua punya gaya Komunikasi Berpolitik yang SANTUN, tanpa harus menjadi orang yang Arogan Se-Jakarta,” tulis Fahira lewat akun Twitter-nya, @fahiraidris, Kamis (9/4/2015) malam.

Fahira menganggap sampai saat ini Ahok, sapaan Basuki, adalah tipe pemimpin yang anti terhadap kritik dan tidak bisa menerima masukan dari orang lain. Menurut dia, sudah banyak tokoh-tokoh yang mencoba menasihati dan mengkritik Ahok. Namun yang terjadi, ujar Fahira, Ahok terlihat tidak terima terhadap kritikan dan masukan tersebut.

Pak Jaya Suprana, Ibu Risma, Bang @IwanPiliang7 dll memberi kritik & masukan, tetapi beliau tidak terima. Ya Nasib,” ujar dia.

Fahira menilai, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya berani dan anti korupsi, tetapi juga mau menerima kritik. Apalagi, kata dia, Indonesia adalah sistem yang menganut sistem demokrasi.

Masa hidup di Negara Demokrasi tapi tak tahan kritik?? Kalau tak TAHAN KRITIK, Silahkan jadi warga biasa Jakarta saja. Jangan Ambil Resiko Jadi Pemimpin Jakarta! BERAT,” ucap putri dari mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris.

Selain mengkritisi perihal Ahok yang anti kritik, Fahira juga mengkritisi Ahok yang dianggapnya terlalu sering menyalahkan bawahan, apabila terjadi suatu masalah. Ia menganggap kebiasaan ini berbeda dengan kebiasaan yang ditunjukan Ali Sadikin dan mantan Gubernur DKI lainnya, Sutiyoso.

Bagi saya Sosok Bang Ali Sadikin dan Bang Yos adalah sosok yang TANGGUH dalam memimpin Jakarta. Mereka KERAS, tetapi punya KARAKTER dan BERANI ambil TANGGUNG JAWAB jika bawahannya berbuat salah. Bukan BUANG BADAN,” ucap Fahira.  (kompas/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Halal Bihalal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Figure
Organization