Topic
Home / Narasi Islam / Sosial / Menjadi Muslim Dalam Persaingan Global

Menjadi Muslim Dalam Persaingan Global

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Danang Kawantoro)
Ilustrasi (Danang Kawantoro)

dakwatuna.com – Hari ini Islam adalah agama dengan jumlah pemeluk terbesar di Dunia. Tak tanggung-tanggung di tahun 2013 saja umat Islam telah mencapai angka 22.43% di peringkat pertama, menyusul dibawahnya Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan 6.08% dan agama lain di bawahnya (www.30 days.net). Pertumbuhannya pun tak kalah menakjubkan, dihimpun dari hasil studi oleh Faith Matters (2011) di Inggris diperkirakan bahwa dalam rentangan sepuluh tahun terakhir jumlah Mualaf terus bertambah berkisar 5000 Orang pertahun. Angka yang fantastis jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan masyarakat dunia hari ini.

Islam hari ini terus berkembang menjadi kekuatan yang perlahan-lahan meraksasa kembali di Dunia. Bukan persoalan jumlah, lagi-lagi ini menyangkut persoalan kualitas dan kompetensi umat Islam menghadapi persaingan global. Pesebaran umat Islam yang tersebar di seluruh kawasan benua dan negara-negara di dunia juga menjadi dua sisi mata uang jika ditarik hubungannya dengan kemaslahatan umat Islam. Di satu sisi, pesebaran umat Islam di seluruh kawasan dunia hari ini membuktikan bahwa ajaran Islam adalah rahmat bagi semesta alam yang eksistensi kebenarannya mampu diterima dan juga disebarkan melintasi batasan waktu dan wilayah yang berbeda. Di lain sisi, keberadaan umat Islam yang besar dan juga tersebar, juga menjadi tantangan kebersatuan umat dan sinergitas dalam menjawab tantangan dunia yang mesti dijawab dengan melampau batas-batasan tadi.

Lantas apakah yang bisa dilakukan oleh umat Islam hari ini? Menghadapi kondisi hari ini, yang harus dibangun pertama kali adalah kesadaran dan perspektif dalam memandang umat Islam. Bahwa pertarungan yang sekarang terjadi bukan hanya pertarungan yang sifatnya Lokal atau Nasional saja. Namun juga berkaitan dengan persaingan yang sifatnya global dan Internasional. Di sinilah umat Islam harus memainkan peranan. Sebagai seorang Muslim kita harus mempunyai cara pandang global, jaringan dengan lingkup Internasional, pergaulan yang luas, dan senantiasa berusaha terlibat dalam moment-moment penting terkait kebijakan dan isu-isu besar yang melibatkan banyak negara. Kondisi umat Islam yang tersebar di seluruh belahan dunia ini haruslah menjadi motivasi bagi kita untuk saling mengenal, bersinergi dan membangun gerakan kebaikan melintasi batas-batas negara demi kemaslahatan umat.

Menjadi muslim global adalah jawaban untuk menghimpun kekuatan dan menjawab tantangan dunia hari ini. Hari ini dunia kembali menunggu sejarah yang akan digoreskan tinta emas oleh Umat Islam. Sebagaimana sejarah pernah menunjukkan pada kita, Islam sebagai agama yang tersebar dihampir dua pertiga lapisan dunia. Menjadi cahaya kegemilangan yang menerangi dunia dengan kebenaran, ilmu dan juga hikmah di dalamnya. Yang bahkan pengaruhnya kita rasakan sampai hari ini. Maka menjadi muslim Global adalah keharusan bagi setiap kita, agar kita mampu menyelesaikan permasalahan umat yang kini masih membayangi negara-negara dengan masyoritas berpenduduk muslim, seperti halnya masalah kemiskinan, kelaparan, penjajahan dan masalah lain yang belum mampu terselesaikan. Menjadi Muslim Global adalah jawaban kontribusi kita dalam percaturan global demi kemaslahatan umat dan menuju Islam sebagai Rahmatan lil Alamin Rahmat bagi semesta alam.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Imigran Muslim, Akankah Mengubah Wajah Barat di Masa Depan?

Figure
Organization