Home / Berita / Nasional / 110 WNI di Yaman Berhasil Dievakuasi dan Telah Diterbangkan Ke Tanah Air

110 WNI di Yaman Berhasil Dievakuasi dan Telah Diterbangkan Ke Tanah Air

Peta Yaman. (kemlu.go.id)
Peta Yaman. (kemlu.go.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sebanyak 110 WNI telah berhasil dievakuasi dari Yaman. Setelah melalui jalur darat untuk menuju Jizan, Arab Saudi, mereka kini sudah berada di pesawat dalam perjalanan untuk kembali menuju Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Minggu (5/4/2015), 110 WNI diterbangkan dari Bandara di Jizan yang berada di utara Yaman. Para WNI dikawal oleh pasukan elite Yaman untuk sampai perbatasan.

WNI diterbangkan dari Jizan dengan menggunakan Pesawat Boeing TNI AU menuju Muscat, Oman, Sabtu (4/3) siang. Mereka lantas dipindahkan dengan pesawat komersil dari Oman untuk menuju tanah air. Biaya pesawat komersil ini ditanggung oleh negara.

“Tadi siang (diberangkatkan). Mereka jalur darat dulu dari Hudaydah-Yaman ke Jizan, lalu ke Oman. Saat ini 110 passanger sudah menuju Indonesia menggunakan airline dari Muscat,” ujar salah seorang tim evakuasi yang enggan disebut namanya.

Misi ini dipimpin oleh Letkol Gilang, sementara Letkol Pnb IG Putu menjadi kapten pilot pesawat Boeing TNI AU. Saat ini tim evakuasi sudah kembali ke Salalah untuk kembali mengevakuasi 110 WNI lagi dengan rute yang sama.

Rencananya para WNI yang sempat terjebak dalam situasi perang di Yaman itu akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, siang ini.

Dari agenda Kementerian Luar Negeri, para WNI akan diserahkan kepada pemda tempat asal mereka masing-masing di Common Lounge Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.45 WIB. (detik/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Duduk Berdampingan dengan Menlu Yaman, Netanyahu: Kami Ukir Sejarah