Home / Berita / Nasional / Bahas Pemblokiran Situs Islam, Fadli Zon Ajak Pengelola Situs Datangi BNPT dan Kemenkominfo

Bahas Pemblokiran Situs Islam, Fadli Zon Ajak Pengelola Situs Datangi BNPT dan Kemenkominfo

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. (lintas.me)
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. (lintas.me)

dakwatuna.com – Jakarta.  Dukungan terhadap normalisasi situs islam yang diblokir oleh Kemenkominfo atas rekomendasi BNPT terus bergulir. Setelah sebelumnya Komisi I DPR mengultimatum agar dalam tempo 2×24 jam untuk mengembalikan akses situs-situs tersebut, kali ini dukungan datang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Usai beraudiensi dengan pengelola situs yang diblokir, Fadli Zon berjanji akan menyurati BNPT dan Kemenkominfo agar blokir situs-situs tersebut segera dibuka maksimal hingga minggu depan. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, ia mengajak pengelola situs untuk bersama-sama mendatangi kedua lembaga tersebut.

“Saya surati BNPT dan Kominfo untuk kembalikan (akses situs). Minggu depan harus dihidupkan kembali. Kalau tidak, ayo ke BNPT dan Kominfo bareng,” ujarnya di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/15) seperti dikutip dari detikcom.

Politisi Gerindra ini juga mempertanyakan alasan kedua lembaga tersebut melakukan pemblokiran dan menilai tindakan ini sebagai tindakan yang gegabah.

“Kominfo jangan jadi alat pembredelan seperti di masa lalu. Cek dulu apa punya identitas atau tidak. Kalau jelas, ya tidak bisa (diblokir). Mereka sudah ada puluhan tahun, punya jamaah puluhan ribu,” lanjut Fadli.

Fadli juga mempertanyakan kriteria radikal yang dijadikan alasan kedua lembaga tersebut.

“Ini otaknya di mana BNPT dan Kominfo? Harusnya diajak dulu dialog, ajak cendekiawan, belajar dulu makna radikal. Jangan buat kriteria yang dangkal,” ujar Waketum Gerindra ini. (detik/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kecewa dengan Majelis Umum PBB, Israel Menarik Diri dari UNESCO

Organization