Home / Berita / Internasional / Eropa / Video Germanwings: Penumpang Teriak ‘Tuhan’ dengan Berbagai Bahasa

Video Germanwings: Penumpang Teriak ‘Tuhan’ dengan Berbagai Bahasa

Pencarian korban jatuhnya pesawat Germanwings (Reuters)
Pencarian korban jatuhnya pesawat Germanwings (Reuters)

dakwatuna.com – Jerman. Sebuah video klip pendek berhasil ditemukan di anatara puing-puing pesawat Germanwings A320 Airbus di Gunung Alpen. Video itu menunjukkan penumpang berteriak histeris menyebut ‘Ya Tuhan’ pada detik-detik pesawat terjun ke Pegunungan Alpen, Prancis secara dramatis.

Dalam video itu, jeritan penumpang bisa didengar. “Termasuk beberapa berteriak ‘Ya Tuhan’ dalam berbagai bahasa,” tulis koran Jerman, Bild, seperti dikutip RoL dari  laman The Mirror, Selasa (31/3/2015), malam.

Keberadaan video itu diungkap oleh majalah Perancis, ParisMatch, dan tabloid koran terbesar di Jerman, Bild, yang menulis bahwa video itu ditemukan di antara puing-puing bencana yang menewaskan 150 orang tersebut.

Video itu dibuat pada detik-detik paling akhir kejadian itu. Namun, tidak diketahui apakah diambil oleh seorang penumpang atau anggota awak kabin. Video menunjukkan bahwa bodi pesawat sempat bergesekan dengan tepi gunung sehingga membuat semua penumpang berteriak histeris, sebelum moncong pesawat benar-benar menabrak.

Menurut koran Bild, rekaman ini sangat kabur dan hampir tidak ada seorang pun dalam video itu yang dapat diidentifikasi. Tetapi hingga saat ini masih diselidiki sebagai salah satu bukti kunci dari peristiwa itu​.

Bagian terpenting dari video itu adalaha adanya suara benturan “logam” tiga kali yang terdengar. Suara logam itu mendukung laporan bahwa Kapten Patrick Sondenheimer, yang terkunci di luar kokpit oleh kopilot Andreas Lubitz, berusaha keras untuk membuka pintu dengan kapak atau benda keras lainnya saat hidung A320 Airbus mencium pegunungan Alpen.

Hal ini berkaitan dengan suara yang terekam kotak hitam, bagaimana ayah dua anak itu meminta Lubitz membuka pintu. Namun, Lubitz mengabaikannya sehingga sang pilot tidak menemukan jalan lain untuk menyelamatkan nyawa 150 penumpang dan awak kapal.

Baik koran Bild maupun majalah ParisMatch telah menerbitkan video tersebut. Mereka menyatakan video ditemukan oleh seorang sumber yang terlibat atau dekat dengan penyelidikan.

Sementara, perkembangan penyelidikan dari kasus ini adalah bahwa Andreas Lubitz pernah memberitahu Lufthansa, pejabat di sekolah pelatihan penerbangan, bahwa ia sedang menderita depresi berat.

CEO Lufthansa sebelumnya mengatakan, perusahaan penerbangan tidak menyangka jika depresi itu bisa mendorong Lubitz menjatuhkan Airbus A320 ke pegunungan Alpen Perancis. Lufthansa mengatakan, Andreas Lubitz telah berhenti dari pelatihan pilot selama beberapa bulan. Tetapi kemudian dia lulus pemeriksaan medis dan mengkonfirmasi kebugaran dirinya untuk terbang. (RoL/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

[Video] Dolar Amerika Dirobek dan Dibuang Warga Turki

Organization