Topic
Home / Berita / Nasional / Mobil Anda Boros? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mobil Anda Boros? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

ilustrasi - (http://mobiloka.com/)
ilustrasi – (http://mobiloka.com/)

dakwatuna.com – Jakarta.  Awal-awal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti sekarang ini pasti membuat pengendara lebih peduli terhadap konsumsi BBM. Pertanyaannya, bagaimanakah jika angka konsumsi BBM mobil yang kita gunakan lumayan boros?

Beberapa faktor yang ikut memengaruhi konsumsi BBM pada mobil ialah gaya berkendara. Sebab, boros tidaknya konsumsi BBM sebenarnya terkait dengan kebiasaan pengendara dalam memainkan gas, memantau RPM, melarikan mobil, serta seberapa berat beban yang harus diangkut mesin itu sendiri.

Berikut ini gaya berkendara yang dapat kita perhatikan seperti dilansir AstraWolrd dikutip dari Viva.co.id

1. Jangan injak gas menghentak

Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah.

Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan 

Pemindahan perseneling ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maksimum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

3. Ukur tingkat HC dan CO

Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna.

Untuk mengetahuinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

4. Perhatikan beban dan komponen penggerak

Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak di antaranya, kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda dan roda.

Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang memengaruhi konsumsi bbm.

(viva/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

(Video) Tertangkap Kamera, Bongkahan Semen Raksasa Hampir Menimpa Sebuah Mobil

Organization