Topic
Home / Berita / Nasional / Terkait Pemberian Rokok ke Orang Rimba, Mensos: Jangan Bilang Salah atau Tidak, Coba Lebih Arif

Terkait Pemberian Rokok ke Orang Rimba, Mensos: Jangan Bilang Salah atau Tidak, Coba Lebih Arif

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (liputan6.com)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kabar mengenai Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang membagi-bagikan rokok kepada suku anak dalam atau orang rimba di Jambi membuat . Khofifah menuai kritik karena tindakannya itu.

Khofifah tak menyangkal bahwa dirinya membagi-bagikan rokok kepada orang rimba di Jambi. Namun ia menolak bila tindakannya itu adalah sebuah kesalahan.

“Jangan bilang salah atau tidak salah. Datanglah ke sana, itu lebih arif. Datang ke sana, kenali adat istiadat, dan kita akan tahu sebuah benda posisinya seperti apa. Kalau kita ingin mengenali adat culture di wilayah negeri ini, tolong jangan menggunakan kacamata Jakarta saja. Datang ke mereka, kenali mereka, sapalah mereka, baru kita akan mengenali adat culture dan tradisi setempat,” kata Khofifah.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai menghadiri acara peluncuran Keuangan Digital dan Home Reading di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya, Minggu (29/3/2015).

Menurut Khafifah, pemberian rokok itu adalah bagian dari adat istiadat di sana. Katanya, sangat tidak arif jika dirinya dikritik tanpa mengetahui dulu duduk persoalannya.

“Kita menyakini bahwa keanekaragaman adat istiadat itu adalah kekayaan negeri ini. Jadi kalau kita melakukan hegemoni kultural, kita menjadi tidak arif,” jelas Khofifah.

“Saya pun mengajak Anda turun ke sana. Sapalah mereka, kenali adat istiadatnya. Kita pun melakukan assesment, dan sampai hari ini teman-teman di Kemensos masih ada yang di sana,” sambung Khofifah memperjelas.

Kabar ini berawal dari foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, terlihat tangan Khofifah sedang menyodorkan rokok pada orang rimba. Sejumlah akun di media sosial memprotes Khofifah berdasar foto tersebut. (detik/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Meneguhkan Pesantren Tanpa Rokok

Figure
Organization