Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Produk Lokal Go Internasional: Peran Industri Kreatif dalam Menghadapi MEA

Produk Lokal Go Internasional: Peran Industri Kreatif dalam Menghadapi MEA

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(grosirsouvenirmurah.com)
(grosirsouvenirmurah.com)

dakwatuna.com – Indonesia merupakan tempat tinggal bagi 2.37.641.326 jiwa (data statistik BPS tahun 2010 dalam http://www.datastatistik-indonesia.com/), ini menempatkan Indonesia menduduki posisi keempat penduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India dan AS. Jumlah tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia karena jumlah SDM menjadi salah satu hal penting yang bisa mendorong perekonomian suatu negara. Dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara non produktif hanya 60 juta (http://seronokcat.wordpress.com/).

Bonus Demografi ini menjadi suatu fenomena langka bagi suatu negara khususnya bagi Indonesia. Fenomena ini akan menjadi tidak berarti ketika Indonesia tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. Dengan ini, Indonesia akan menjadi negara maju dan menjadi salah satu ekonomi raksasa di dunia. Namun perlu adanya kondisi di mana hal tersebut penting untuk dipenuhi oleh Indonesia. Menurut Tambunan (2001), kondisi utama yang harus dipenuhi agar usaha membangun ekonomi dapat berjalan dengan baik tersebut, yaitu: 1). Kemauan yang kuat (Polical Will), 2). Stabilitas Politik dan Ekonomi, 3). Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik, 4). Sistem Politik dan Ekonomi Terbuka yang Western Oriented, 5). Kondisi Ekonomi dan Politik Dunia yang Lebih Baik. Dari kelima poin tersebut, ada poin yang sangat berkaitan dengan peluang Bonus Demografi yang akan Indonesia hadapi, yaitu “Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik”.

Hubungan Bonus Demografi dengan Kekayaan Alam Daerah-daerah di Indonesia

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya, salah satu yang terkenal di dunia adalah kekayaan alam biota lautnya yang sangat beragam, hutannya yang masih luas dan menjadi paru-paru dunia. Selain kekayaan alam yang berupa materiil juga ada kekayaan alam yang sangat berharga yang dimiliki oleh Indonesia yaitu kebudayaan. Indonesia yang merupakan negara multikultur mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam kemajemukan dan keberagaman. Setiap daerah mempunyai keunikan dan ciri khasnya sendiri, keunikan tersebut terletak pada sisi sosial dan budaya. Kedua sisi ini yang menjadikan sebuah daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Selain mengandung nilai di dalamnya, keunikan dan ciri khas ini bisa dimanfaatkan dalam bidang lain misal untuk menyumbang devisa negara dengan melakukan eskpor dari kerajinan yang dihasilkan. Kerajinan itu berupa souvenir atau barang khas dari suatu daerah misal didaerah Jawa Barat ada kerajinan tangan dari bambu yaitu Angklung. Selain Angklung ini sebagai alat kesenian juga bisa dimanfaatkan dengan diperjualbelikan.

UKM (Usaha Kecil Menengah) itu Penting! Secara tersirat, tujuan UKM yaitu untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi kedaerahan agar bisa bersaing dengan barang-barang berteknologi tinggi dari negara-negara barat tanpa menghilangkan ciri khas daerah asalnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki barang khas dari daerah masing-masing yang bisa dimanfaatkan.

Pemanfaatan Ciri Khas Daerah Menjadi Handycraft

(betang-ulun.blogspot.com)
(betang-ulun.blogspot.com)

Hampir seluruhnya kerajinan lokal memiliki bahan dari alam, dalam pemanfaatannya ini bisa menjadi peluang yang cukup besar juga bagi Indonesia karena sumber daya alam yang menjadi bahan kerajinan lokal merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui artinya tidak habis pakai karena bisa ditanam kembali. Salah satu contoh pegiat pemberdayaan kerajinan lokal yaitu PT Habbamas Bersama yang dirikan oleh Yahya Abdul Habib pada tahun 2007 bersama beberapa kawannya, saat ini perusahaan yang bergerak, salah satunya di bidang perdagangan ini, telah membina sedikitnya 40 pengrajin yang tersebar di Pulau Jawa. Mulai dari Bandung, Garut, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Bantul, Gresik, Surabaya, Banyuwangi, dan di beberapa daerah lainnya. “Ada sekitar 5.000 item produk, mulai dari berbagai bentuk dan ukuran guci, keranjang, lampu hias, lukisan, kaligrafi, berbagai miniatur dalam dan luar negeri dengan berbagai bahan dasar, serta beragam jenis lainnya” jelas Ketua Umum PW Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta ini (dalam http://www.pelita.or.id/baca.php?id=69653).

Perilaku di atas menjadi sebuah inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk meningkatkan perekonomian daerahnya masing-masing. Perilaku ini bisa dimulai dengan memanfaatkan hal-hal terkecil di lingkungan sekitar, misalnya memanfaatkan cangkang kerang dijadikan sebuah hiasan pada pinggir frame photo atau menjadi hiasan kalung. Contoh lain untuk masyarakat sekitar pesisir bisa memanfaatkan hasil alam di daerah itu untuk meningkatkan penghasilannya misalnya memanfaatkan kerang-kerang laut untuk dijadikan souvenir / buah tangan. Dalam memanfaatkan peluang tersbut, perlu ada inovasi yang diterapkan agar kerajinan tangan yang dibuatnya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Misalnya, bagi masyarakat sekitar Pantai Pafuma Jember bisa memanfaatkan peluang ini dengan membuat souvenir yang berbahan dasar sama dari kerang namun diberikan inovasi pada souvenir tersebut dengan menambahkan tulisan “Pantai Pafuma” pada souvenir tersebut. Dengan menuliskan nama tempat tersebut, para pengunjung akan lebih tertarik untuk membeli karena dengan tulisan “Pantai Pafuma” berarti seseorang itu pernah ke tempat dimana ia membeli souvenir tersebut.

Peranan Handycraft Bagi Perekonomian Nasional

Ketika semua daerah memanfaatkan Handycraftnya untuk di jual bahkan di ekspor dan dilakukan dengan konsisten maka secara tidak langsung akan menambah devisa. Perhitungan ini berpacu pada PDB (Produk Domestik Bruto) sebagai salah satu tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan begitu, PDB ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mendatang dan berkontribusi dalam mengawal proses menuju Indonesia 2030.

Strategi Indonesia dalam Menghadapi Bonus Demografi dan Pemanfaatan Kerajinan Tangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui pemanfaatan kerajinan tangan atau Handycraft, masih ada yang perlu dibenahi dan dipersiapkan oleh pemerintah. Dalam melaksanakan Konsep Produk Lokal Go Internasional ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Indonesia, antara lain:

  1. Modal

Modal menjadi suatu hal yang penting dalam sebuah usaha, meskipun ini bukan satu-satunya tetapi tanpa modal suatu usaha akan sulit untuk dijalankan. Para Pengrajin akan sulit berkembang jika permasalahan ini tidak ditangani dan dibantu oleh pemerintah dan pihak lainnya misalnya pihak swasta. Dalam hal ini, pemerintah harus sudah siap menghadapi permasalahan modal ini karena modal akan menjadi salah satu aktor dalam industri kreatif di Indonesia.

  1. Jaringan

Ketika semua daerah di Indonesia sudah menerapkan konsep Produk Lokal Go Internasional, tidak akan berkontribusi apa-apa untuk perekonomian Indonesia. Mereka, para pengrajin, selain membutuhkan dana atau modal untuk memulai dan mengembangkan usahanya juga membutuhkan jaringan yang luas untuk proses pemasaran. Ini menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh para wirausahawan agar usaha yang dibangunnya tidak sia-sia. Dengan jaringan inilah, hasil prduksi suatu usaha dapat dijual yang nantinya menghasilkan uang sebagai upah para pengusaha tersebut.

  1. Inovasi Barang

Selain kedua faktor di atas, terdapat juga faktor lain yang cukup penting dalam sebuah usaha yaitu inovasi barang. Souvenir yang berada di suatu tempat mungkin bentuknya akan sama, yang membedakan adalah pada tingkat ke-kreatifitas-annya itu. Suatu barang yang dibuat dengan kreatif memiliki nilai lebih daripada barang yang sama dengan bentuk dan kemasan biasa ini akan menghasilkan nilai jual yang lebih rendah daripada barang yang dikemas dengan kreatif.

Indonesia Seharusnya

(akuinginhijau.org)
(akuinginhijau.org)

Dalam menjalankan usaha ini, mungkin Indonesia perlu untuk mencontoh Cina sebagai negara besar dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi itu agar Indonesia bisa memperhatikan hal-hal yang perlu diperbaiki lagi oleh Indonesia. Orang Cina percaya bahwa hanya dengan kerja keras dan berani membuka peluang, mereka akan berhasil (Wan Seng, 2007). Falsafah ini menjadikan mereka terus bekerja keras dan pantang menyerah dalam menggapai suatu tujuan. Konsep orang Cina dalam berdagang (usaha) didasarkan pada prinsip simbiosis, yaitu saling melengkapi. Ketika pedagang yang menjual barang-barang kecil, pedagang lain akan menjual pakaian dan juga keperluan yang lain. Agar perdagangan barang-barang kecil tersebut tetap jalan maka orang Cina akan membangun restoran di tempat yang berdekatan jaraknya, ini akan memudahkan bagi mereka untuk mendapatkan semua bahan-bahan yang diperlukan dari toko-toko sekitarnya itu. Dengan demikian, perdagangan di daerah tersebut akan berkembang pesat karena sudah terwujud sikap saling membantu dan saling dukung antara pedagang yang satu dengan yang lainnya (Wan Seng, 2007).

Daftar Pustaka:

 

SeronoCat. (n.d.). Retrieved Oktober Selasa, 2014, from http://seronokcat.wordpress.com/planologi-2/kependudukan/bonus-demografi-bonus-demografi-jadikan-berkah-singkirkan-bencana/

Tambunan, D. T. (2001). Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pelita. (2012). Retrieved Oktober Rabu, 2014, from http://www.pelita.or.id/baca.php?id=69653

Data Statistik. (2010). Retrieved Oktober Rabu, 2014, from http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941

Seng, A. W. (2007). Rahasia Bisnis Orang Cina. Jakarta: Hikmah (PT Mizan Publika) Anggota IKAPI.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Pemuda desa dari pelosok Jawa Barat berangkat ke Surabaya dengan membawa mimpi-mimpi indahnya ke Universitas Airlangga. Ia bercita-cita ingin menjadi seniman besar Indonesia yang mempunyai yayasan sosial budaya. Saat ini ia aktif di berbagai kegiatan kampus maupun luar kampus seperti di Lembaga Dakwah Kampus Unair dan komunitas pendidikan "Kelas Matahari".. Tidak hanya itu ia merupakan salah satu Finalis DUTA Unair 2015 dan aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Tari dan Karawitan Unair.

Lihat Juga

Arie Untung: Emak-Emak Pelopor Utama Pemasaran Produk Halal

Figure
Organization