Home / Berita / Opini / Tingkatkan Kesejahteraan Petani Indonesia

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Aktifitas Petani (ilustrasi).   (rumahkeluarga-indonesia.com)
Aktifitas Petani (ilustrasi). (rumahkeluarga-indonesia.com)

“Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman”
(Koes Plus)

dakwatuna.com – Indonesia negeri subur di mana tanahnya bisa menumbuhkan berbagai macam tanaman. Seperti lirik lagu Koes Plus di atas, tongkat kayu pun bisa jadi tanaman. Semenjak dahulu mata pencaharian utama bangsa ini adalah dengan bertani. Sampai saat sekarang tercatat sekitar 38,07 juta orang bekerja sebagai petani. Namun, ironinya Indonesia masih mengimpor pertanian dari luar negeri. Produksi pertanian Indonesia belum bisa untuk mencukupi kebutuhan permintaan pasar akan produk pertanian. Mengingat hal itu pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Upaya peningkatan kesejahteraan petani sudah menjadi poin utama dalam janji Presiden Jokowi dalam Nawa Cita, di mana salah satu agenda prioritas yang akan dilakukan oleh pemerintah Jokowi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dan mewujudkan kedaulatan pangan. Melihat hal itu perlu rasanya partisipasi dari masyarakat untuk mengawal janji yang sudah dituliskan dalam Nawa Cita ini agar menjadi kenyataan, diwujudkan dalam tindakan nyata demi tercukupinya kebutuhan pangan Indonesia.

Kualitas dan kuantitas pertanian di Indonesia perlu ditingkatkan. Petani di Indonesia perlu disubsidi dengan memberikan teknologi tepat guna. Pemberian teknologi ini akan membantu proses produksi pertanian di Indonesia sehingga hasil produksi akan mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri dan bisa bersaing dengan produk luar. Apalagi sebentar lagi Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, di mana produk luar negeri bisa bebas masuk ke Indonesia. Sehingga kesejahteraan petani dan peningkatan produksi pertanian menjadi poin penting yang harus disikapi bersama.

Referensi:

  • http://jokowinners.com/content/nawa-cita-sembilan-agenda-prioritas
  • http://wartaekonomi.co.id/read/2014/08/13/33519/bps-prihatin-dengan-kondisi-pertanian-indonesia.html

 

 

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial UI angkatan 2012. Suka melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat. Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta, angkatan VII.

Lihat Juga

Tegas! Di Hadapan Anggota DK PBB, Menlu RI Desak Blokade Gaza Segera Dihentikan

Figure
Organization