Topic
Home / Berita / Nasional / Hanya Karena Tak Bisa Nonton Arsenal, Pemuda ini Berani Hujat Perayaan Nyepi Di Bali

Hanya Karena Tak Bisa Nonton Arsenal, Pemuda ini Berani Hujat Perayaan Nyepi Di Bali

Status Facebook Nando yang menghujat perayaan Nyepi di bali. (merdeka.com)
Status Facebook Nando yang menghujat perayaan Nyepi di bali. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Melalui akun Facebooknya, seorang pemuda  asal Lombok, NTB, yang indekos di Denpasar Bali, Nando Irawansyah M’Ali menghujat perayaan Nyepi di Bali hanya karena tidak bisa menyaksikan pertandingan tim kesayangannya Arsenal berlaga.

Nando memposting hujatannya itu pada pukul 23.59 Wita, Sabtu (21/3/15). ‘yitu ‘bener2 fuck nyepi sialan se goblok ne, q jadi gak bisa nonton ARSENAL maen,, q sumpahin acara gila nyepi semoga tahun depan pasa ogoh2 terbakar semua yang merayakan,, fuckkkk you hindu’.

Setelah mendapat tanggapan dan hujatan beragam sejumlah rekan-rekannya baik orang Bali maupun non Bali, Nando langsung menghapus status hujatan yang dibuatnya setelah sempat memposting kata ‘Asyek bentar lagi Q jadi artis’

Hujatan pedas salah satunya dari Sumerta dengan mengkritik komentar, ‘jangan dikasik hidup hewan ginian bro, yang disusul Budiawan yang berisi kata ‘ini dia (diposting foto nando) bro jangan ngina agama lain, kita sebagai umat hindu jangan terpancing’.

Sementara itu, mendapat kecaman dari masyarakat Bali, Nando malah tertawa senang dan menganggap dirinya sebentar lagi jadi artis, dan seolah-olah dia tidak bersalah atas kelakuannya yang bisa saja menyakiti pemeluk agama Hindu di Bali.

Salah satu organisasi pemuda Hindu Bali, Nyoman Suartha meyakinkan bahwa apa yang dilakukan Nando sesungguhnya hanya luapan kekesalan yang tanpa dipikir panjang.

“Saya rasa orang ini tidak sadar akan apa yang telah dia perbuat. Sebagai umat Hindu yang santun, kita maafkan dan biar Tuhan yang menghukumnya. Tetapi hukum dunia harus diberlakukan agar orang-orang seperti ini tidak terus terjadi dan membuat masalah SARA,” katanya.

Suartha berharap warga Bali tenang dan biarkan Polda Bali menghusut kasus ini seperti 7 tahun lalu. “Ini kasus pelecehan, kan sudah ada instruksi gubernur soal tidak ada siaran TV. Kalau mau nonton TV silakan mudik,” imbuhnya. (merdeka/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization