Home / Berita / Internasional / Asia / Hanya Bisa Mengecam, PBB Berharap Blokade Gaza Dicabut

Hanya Bisa Mengecam, PBB Berharap Blokade Gaza Dicabut

Direktur Operasi Gaza untuk UNRWA, Robert Turner. (felesteen.ps)
Direktur Operasi Gaza untuk UNRWA, Robert Turner. (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Gaza. Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA kembali memberikan peringatan kepada dunia internasional terkait dampak buruk yang menimpa warga Palestina di Jalur Gaza. Wilayah yang dihuni oleh 1,8 juta jiwa ini sejak tahun 2007 lalu hidup di bawah blokade penjajah Israel. Kondisi ini diyakini berimbas terhadap pengerjaan proyek rekonstrukksi Jalur Gaza.

Hal ini disampaikan oleh Robert Turner, Direktur Operasi Gaza untuk UNRWA yang tengah berada di Jalur Gaza pada hari Ahad (15/3/2015) . Kepada pers Robert mengatakan, bahwa UNRWA sangat kecewa masih diberlakukannya blokade terhadap Jalur Gaza. Menurutnya hal ini akan menyebabkan terlambatnya proses rekonstruksi. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi di Gaza saat ini amat sangat memprihatinkan.

Lebih lanjut Robert mengatakan, rekonstruksi Jalur Gaza berjalan lambat disebabkan tidak adanya cara untuk mengatasi akar pemasalahan blokade terhadap Gaza, kondisi buruk ini justru akan mendorong terjadinya kembali agresi militer terhadap Jalur Gaza. “Tidak dicabutnya blokade dan lambannya rekonstruksi Gaza akan menyebabkan meletusnya perang baru yang akan sangat sulit dihindari.” jelas Robert.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, beberapa negara serta yang ikut serta dalam konferesi internasional di Kairo untuk rekonstrukgi Gaza pada Oktober 2014 lalu, telah berhasil melahirkan komitmen bantuan sebesar 5.4 milliar USD, sebesar 2,6 milliar dialokasikan untuk membangun kembali infrastruktur di Jalur Gaza. Sedangkan sisanya sebesar 2,8 milliar dikhususkan untuk kestabilan jalannya roda pemerintahan Palestina untuk jangka waktu tiga tahun kedepan. (msy/fps/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil