Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menerjang Tantangan

Menerjang Tantangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Hidup ini seringkali memeberikan kita pilihan yang rumit. Adakalanya kita merasa mantap, tapi tak jarang jua kita merasa gamang. Tapi itulah sifat pilihan hidup, terkadang memberikan kita rasa tak menentu, yang membuat kita semakin sadar bahwa ‘tangan ALLAH’ selalu hadir di dalam setiap keputusan. Apalagi jika pilihan yang kita ambil penuh onak berduri.

Sehingga ALLAH berfirman:

‘Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.’ (QS Al-Baqarah: 216)

ALLAH pun selalu memberi ujian di dalam setiap tahapan hidup yang kita lalui. Sehingga ujian ialah medan pembuktian, apakah kita sudah layak untuk naik derajat di sisi ALLAH atau belum. Karena ujianlah yang membedakan kesungguhan seorang hamba; apakah seseorang benar-benar meniatkan perbuatan karena ALLAH, atau untuk yang lain.

Tantangan hidup akan selalu menghampiri kehidupan kita, hingga kita akan menyadari bahwa; tepuk tangan bukanlah tanda kemuliaan, dan cacian bukanlah tanda kehinaan. Karena seringkali yang terjadi malah sebaliknya. Terkadang tepuk tanganlah yang membuat seseorang merasa tinggi, bahkan menjadi sombong. Sedangkan cacianlah yang menjadikan kita semakin sadar akan segala kelemahan manusia sebagai makhluk biasa yang memiliki banyak keterbatasan, sehingga kita malah menjadi semakin dekat dengan-Nya.

Kita perlu banyak belajar dari para atlet yang bermain pada olahraga ketinggian. Khususnya olahraga lompat indah. Karena olahraga tersebut akan banyak mengajarkan kita, mengenai hakikat menerjang sebuah pilihan yang penuh dengan tantangan. Apalagi olahraga ini sangat memacu adrenalin. Sehingga saat kita dihadapkan pada ketinggian, kita akan merasakan perut yang kosong dan jantung yang berdetak lebih cepat seketika. Karena peristiwa loncat dari ketinggian, sangat melatih keberanian, kecepatan, dan ketepatan kita dalam mengambil keputusan hidup.

Sesungguhnya olahraga ini memang mengajarkan kita 3 kompetensi dasar dalam mengeksekusi sebuah keputusan. Yaitu keberanian, kecepatan, dan ketepatan. Dari ketinggian, kita akan melatih keberanian dengan memacu adrenalin yang ada di dalam diri kita. Dari daya tolak kaki saat melompat, kita akan melatih kecepatan. Dari sikap tubuh yang akurat, kita akan meminimalisir benturan tubuh kita dengan air, dan di situlah ilmu ketepatan.

Karena keberanian, kecepatan, dan ketepatan kita dalam mengambil keputusan, akan berpengaruh pada wibawa dan chaotic. Apalagi jika keputusan tersebut, menyangkut keputusan sebuah jamaah besar, yang beranggotakan banyak orang. Bahkan seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang kita sendiri tidak terlalu paham dengan pilihan tersebut. Dan di sinilah ilmu menerjang tantangan akan sangat bermanfaat.

Apalagi menerjang sebuah pilihan yang penuh resiko, merupakan hal yang akan sering kita temui dalam manajemen pengelolaan organisasi. Apapun bentuknya. Dan mengambil resiko, akan selalu menjadi menu harian para aktivis pergerakan, bahkan aktivis dakwah sekalipun. Sehingga menerjang sebuah pilihan yang penuh tantangan, akan semakin melatih diri kita untuk mendekatkan jarak antara keputusan jamaah dengan eksekusi di lapangan. Karena hanya dengan hal tersebutlah, kita akan semakin produktif dan kontributif di dalam kehidupan berjamaah.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Outlook Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Tantangan Global

Organization