Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu Turki Kejutkan Publik Tentang Identitas Penolong 3 Wanita Inggris ke Suriah

Menlu Turki Kejutkan Publik Tentang Identitas Penolong 3 Wanita Inggris ke Suriah

Menlu Turki, Mevut Cavusoglu (islammemo.cc)
Menlu Turki, Mevut Cavusoglu (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Turki. Menlu Turki, Mevut Cavusoglu, mengungkapkan bahwa warga asing yang membantu tiga wanita muda Inggris bergabung dengan ISIS pada pertengahan Februari 2015 lalu adalah warga Suriah yang bekerja menjadi mata-mata salah satu negara koalisi yang memerangi ISIS.

Hal itu diungkapkan Cavusoglu dalam keterangan pers di Ankara pada Jumat ini (13/3/2015) dengan menyebutkan laki-laki tersangka yang ditangkap Turki itu bekerja untuk kepentingan salah satu negara anggota koalisi memerangi ISIS yang dikomandoi AS, tanpa menjelaskan lebih jauh negara yang dimaksud.

Sehari sebelumnya (12/3/2015), Menlu Cavusoglu mengumumkan penangkapan seorang warga asing yang diduga kuat telah membantu tiga wanita muda Inggris yang menghebohkan publik karena menipu keluarganya dan melakukan perjalanan ke Suriah melalui Turki untuk bergabung dengan ISIS.

“Negara itu bukan anggota Uni Eropa, dan bukan pula AS. Lelaki yang ditangkap itu bekerja untuk intelijen negara yang bergabung dengan pasukan koalisi yang memerangi ISIS,” ungkapnya berteka-teki.

Sementara itu, salah satu media Turki bahkan menyebutkan bahwa laki-laki yang ditangkap itu warga negara Kanada, tetapi langsung dibantah oleh Ottawa bahwa laki-laki itu warga negaranya dan bekerja untuk badan intelijennya. Sejauh ini, Kanada memang diketahui adalah anggota pasukan koalisi, selain AS dan beberapa negara Eropa.

Sebelumnya pada 17 Februari 2015, tiga wanita muda Inggris yang berteman erat, Khadijah Shultanah (17 th), Shamima Begum (15 tahun), Amira Abbasy (15 th), meninggalkan rumah mereka di timur London, bertolak menuju Istanbul. Selanjutnya mereka bertolak ke kawasan tenggara Turki dengan menumpang bus umum, sebelum akhirnya menyeberang ke wilayah Suriah. (islammemo/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Dapat Kewarganegaraan Kanada, Pengungsi Suriah: Saya Seperti Terlahir Kembali