Home / Berita / Nasional / Rupiah Tembus 13.000, Jokowi: BI Saja Tenang Saya Juga Tenang

Rupiah Tembus 13.000, Jokowi: BI Saja Tenang Saya Juga Tenang

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur BI, Menko Perekonomian dan Ketua OJK.  (setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur BI, Menko Perekonomian dan Ketua OJK. (setkab.go.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak perlu panik dan menanggapi dengan santai kondisi rupiah yang tembus angaka 13.000.

Jokowi mengatakan, pelemahan Rupiah meski terburuk sejak Krisis 1998, tapi tidak serta merta kondisinya sama seperti saat Indonesia dihantam krisis 17 tahun lalu.

Ditambah lagi sikap tenang Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. “Gubernur BI saja tenang-tenang, saya juga tenang-tenang,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis (12/3/15).

Jokowi mempercayakan wewenang menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah pada bank sentral. Pemerintah tidak akan meminta Bank Indonesia melakukan intervensi untuk meredakan gejolak di pasar uang. “Kalau intervensi tanyakan kepada Gubernur BI,” ucapnya.

Senada dengan Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat didominasi karena pengaruh global. Padahal, kata dia, pemerintah telah melakukan kelonggaran moneter terhadap ekonomi Indonesia terutama penurunan suku bunga bank.

“Sekarang kan kita sudah termasuk yang longgar, bunga sudah diturunin, macam-macam. Ini kan efek dari luar yang paling banyak, dalam negeri juga tentu ada efeknya terhadap ekspor menurun, nilainya atau harga turun. Tapi juga lebih banyak dari luar karena menguatnya Dolar, karena Euro juga melemah,” ujar dia yang ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut dia, terlalu bahaya apabila kelonggaran moneter terus dilakukan. Dengan begitu, JK menegaskan pemerintah akan terus memperhatikan kondisi mata uang Rupiah saat ini.

“Ya kalau dilonggarin (ekonomi) nanti terus inflasi lagi, lebih bahaya lagi. Kita tidak akan lakukan spending seperti Eropa, kita tidak usah ikut, beda mereka malah krisis, itu hanya untuk Yunani,” kata dia.

Kemarin, Rabu (11/3), nilai tukar Rupiah menembus Rp 13.200 per USD. Hari ini, Kamis (12/3) berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, Rupiah berada di kisaran Rp 13.176. (merdeka/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ingat Allah Hatimu Akan Tenang

Figure
Organization