Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mengapa Aku Diuji?

Mengapa Aku Diuji?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (flickr.com/aremac)
Ilustrasi (flickr.com/aremac)

dakwatuna.com

Mengapa aku diuji?
Karena Allah merindukanmu…
Rindu akan setiap rintihan doa yang kau ucapakan di kala air mata tak terbendung lagi….

Mengapa aku diuji?
Karena Allah Menyayangimu…
Sayang dengan jasmani dan rohanimu yang begitu lelah agar kau dapat sejenak beristirahat..

Mengapa aku diuji?
Karena Allah sedang men’tarbiyah’mu…
tarbiyah tentang bagaimana cara kau memaknai hidup…

Mengapa aku diuji?
Karena Allah sedang menegurmu…
Teguran kasih sayang agar kau tak merasakan perihnya siksaan api neraka atas dosa-dosa yang pernah kau lakukan…

Mengapa aku diuji?
Karena Allah tahu perjuanganmu dan Allah percaya kalau kau mampu melaluinya…

Mengapa aku diuji?
Karena kau tahu mungkin engkau termasuk golongan yang beriman seperti halnya Rasullah Nabi Muhammad SAW yang merupakan kekasih Allah. Namun, Allah tetap memberinya ujian. Seperti juga Asiyah istri fir’aun yang harus menerima siksaan atas keimanan yang dimilikinya hingga jihad lah pilihannya atau seperti Siti Maryam yang harus menerima hinaan atas kandungan yang dimilikinya, hingga lahirlah Nabi Isa pembawa cahaya keimanan.

Mengapa aku diuji?
Pertanyaan yang selalu tak hentinya ditanyakan oleh mereka yang diberi ujian oleh Allah SWT. Padahal kau tahu mungkinkah kau termasuk manusia pilihan karena tidak semua manusia yang langsung mendapat tarbiyah Allah dengan cara yang tidak disangka dan tidak terduga. Karena itu jangan bersedih, yakinlah setiap ujian yang diberi Allah SWT adalah cara-Nya dalam mencintaimu.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Selama 1 tahun sampai tahun 2015, Mahasiswa SGI_DD Angkatan VI (Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa). Saat ini ditempatkan sebagai guru di sebuah desa kategori 3 T (Terluar, Terpencil, Terjauh) tepatnya di Desa Tambalae, Kab Dompu, NTB.

Lihat Juga

Ujian yang Datang Beruntun Tanpa Henti, Mungkinkah Azab?

Figure
Organization