Home / Berita / Internasional / Afrika / Setelah Maroko, Perundingan Rekonsiliasi Libya Berlanjut ke Aljazair

Setelah Maroko, Perundingan Rekonsiliasi Libya Berlanjut ke Aljazair

Dialog rekonsiliasi nasional Libya yang berlangsung di Aljazair (aljazeera.net)
Dialog rekonsiliasi nasional Libya yang berlangsung di Aljazair (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Aljazair. Dialog nasional Libya dilangsungkan di kota Algers, ibu kota Aljazair, Selasa kemarin (10/3/2015), yang diikuti oleh 20 orang yang mewakili parpol dan tokoh-tokoh politik di negara itu, setelah minggu lalu dilangsungkan di Maroko.

Sebagaimana dikutip Aljazeera dari media Perancis, di antara peserta dalam pertemuan tersebut adalah petinggi Partai Al-Watan, Abdul Hakim Balhaj, dan petinggi Partai Keadilan dan Pembangunan, Muhammad Shawan.

Dalam kesempatan itu, delegasi Partai Keadilan dan Pembangunan (PKP atau Hizbul ‘Adalah wal Bina’) menyampaikan usulan penyelesaian krisis yang terus memburuk di Libya saat ini.

Diusulkan untuk membentuk dewan legislatif dan dewan kepresidenan yang akan meminpin Libya selama masa transisi antara 3-5 tahun. Dewan legislatif bersama ini akan menjadi pengganti dari dua lembaga legislatif yang saling bersebarang saat ini, Dewan Perwakilan (Parlemen Tobruk) dan Al-Muktamar Al-Watany Al-‘Am (Parlemen Tripoli).

PKP dalam rilisnya menyebutkan bahwa gagasan tersebut datang setelah berkomunikasi langsung dengan Parlemen Tripoli, sebagian anggota Parlemen Tobruk, dan utusan khusus PBB untuk Libya.

Dalam sambutannya menjelang pertemuan, utusan PBB, Bernardino Leon, menyatakan bahwa rakyat Libya dihadapkan terhadap dua pilihan saja, kesepakatan politik atau kehancuran. (aljazeera/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

PBB: Kematian Mursi Harus Diselidiki Secara Independen