Topic
Home / Berita / Nasional / Akan Ajukan Banding, Politisi PPP: Intervensi Menkumham Terhadap Partai Luar Biasa

Akan Ajukan Banding, Politisi PPP: Intervensi Menkumham Terhadap Partai Luar Biasa

Yasona H Laoly, Menkumham Kabinet Kerja.  (merdeka.com)
Yasona H Laoly, Menkumham Kabinet Kerja. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pernyataan pedas disampaikan oleh Wakil Ketua DPP PPP Fernita Darwis versi Ketua Umum Djan Faridz terhadap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly. Fernita mengkritik langkah Yasonna yang berencana mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait konflik PPP.

“Seorang Menkumham, mengatakan akan mengajukan banding terkait putusan PTUN, ini kan bentuk intervensi yang luar biasa” kata Fernita di gedung KPU, Jakarta, Rabu 11 Maret 2015.

Fenita juga menuding, Yosanna telah memecah belah Partai Islam. Indikasinya adalah menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menggunakan kekuasaan untuk menguntungkan salah satu pihak.

“Belum 24 jam menjadi menteri, dia sudah mengeluarkan SK. Kita patuhi dan turuti karena mereka pemerintah dan berkuasa, lalu kita gugat di PTUN dan kita menang, kemudian ingin banding atas putusan PTUN, ini bentuk memecah belah partai Islam,” tudingnya.

PTUN memutuskan memenangkan gugatan kubu Suryadharma Ali dengan Ketua Umum Djan Faridz yang menggagalkan SK Kemenkumham yang mengesahkan hasil Muktamar PPP ke VIII di Surabaya. Namun kemudian Menkumham Yosanna Laoly dan kubu Romi versi Muktamar VIII akan mengajukan banding ke PTUN.

Terkait kubu mana yang akan diakomodir oleh KPU, mengingat pemilukada serentak tinggal sebentar lagi, KPU masih menunggu perkembangan partai-partai yang masih bersengketa untuk menyelesaikan dan sesuai dengan SK atau keabsahan dari Kemenkumham.

Dalam uji publik terkait pemilukada serentak yang diadakan KPU, hadir dua kubu PPP sekaligus di ruang rapat KPU yakni kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy yang duduk terpisah di ruang rapat KPU.

Sementara itu, partai Golkar yang masih terjadi dualisme, hadir di KPU dari kubu Agung Laksono versi Munas Jakarta. (viva/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Keluarga Cabut Banding Vonis Ahok, Apa Alasannya?

Figure
Organization