Topic
Home / Berita / Nasional / Yusril: Menkumham Belum Menerbitkan SK, Jangan Gembira Dulu

Yusril: Menkumham Belum Menerbitkan SK, Jangan Gembira Dulu

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. (waspada.co.id)
Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. (waspada.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menyatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait konflik Partai Golkar. Menurutnya, menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu hanya mengirimkan sebuah surat.

“Surat Menkumham ditujukan ke Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta. Itu sebuah surat tidak bisa dikatakan sebagai pengakuan,” kata Yusril dalam perbincangan dengan tvOne seperti dikutip dari viva.co.id

Yusril mengatakan, tugas menkumham dalam mendaftarkan dan mengesahkan kepengurusan suatu partai poltik itu bukan dengan surat tapi dengan SK.

“SK sampai hari ini belum ada. Itu hanya surat yang ditujukan pada DPP Golkar. Apakah itu Agung atau Aburizal? Karena yang tercatat di menkumham dan diakui adalah DPP Golkar berdasarkan Munas Riau 2009,” jelasnya.

Lantas, siapa yang akan menjawab surat tersebut, mantan Menteri Kehakiman itu menyebutkan dua kubu boleh saja memberikan jawaban.

“Silahkan Pak Aburizal menjawab dan Pak Agung juga,” kata dia.

Oleh karena itu, Yusril yang juga menjadi kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie mengimbau kubu Agung Laksono tidak buru-buru mengklaim merekalah kubu yang sah. Sebab, tidak ada SK yang dikeluarkan oleh Menkumham, Yasonna Loly.

“Pak Prio sabar dulu. Jangan gembira dulu Pak Priyo. Kalau ada putusan, kita gugat terus dikalahkan seperti kasus Menkumham dalam mengesahkan muktamar PPP kubu Romi bagaimana,” tutur Yusril.

Seperti diketahui, pada putusan sela, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memerintahkan penundaan terhadap SK Menkumham yang mengesahkan kepengurusan PPP kubu Muhammad Romahurmuziy hasil Muktamar VIII PPP Surabaya. Dalam posisi itu, dua kubu yang berseteru baik Romi dan Suryadharma Ali-Djan Faridz tidak dapat melakukan kegiatan atas nama partai. (viva/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Menkumham Sebut Serbuan 10 Juta TKA Asal Cina Hoax, DPR Minta Pemerintah Cari Solusi

Figure
Organization