Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Manajer Sinting

Manajer Sinting

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (inet)
ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Anda sering melihat orang Sinting di TV? Atau Anda pernah mendengar kata “Sinting” yang disampaikan oleh Fahri Hamzah seorang Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera menanggapi kampanye Jokowi menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri, padahal 1 Muharram sudah jelas tahun baru Hijriyah sebagai tahun baru Umat Islam seluruh dunia?

Kali ini, saya mencoba melihat perilaku “Kesintingan” orang-orang di sekitar Kita, Penulis ingin memperkenalkan kepada Anda bagaimana jika yang sinting itu adalah seorang Manajer, Maka Artikel ini Saya beri judul “Manajer Sinting”. Setiap orang bisa terserang penyakit jiwa yang menyebabkan seseorang kehilangan akal sehat alias kurang waras. Penyakit kejiwaan tersebut yang pasti akan sangat mengganggu orang-orang yang berada di sekitar penderita. Jika seorang Manajer menjadi sinting maka semua rekan-rekan manajer dan bawahannya akan menjadi korban kesintingannya.

Berikut adalah tanda-tanda orang yang beresiko tinggi terkena gangguan jiwa / penyakit kejiwaan atau bisa dikatakan sinting :

  • Dia merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.
  • Selalu mengeluh tentang kehidupan rumah tangganya, karirnya di perusahaan, iri dengki dia rasakan, dan merasa hanya dia yang menjadi orang yang paling disorot di perusahaan.
  • Sering berpikir / melamun yang tidak biasa (delusi).
  • Dia terkadang seperti berpikir jika tidak dikatakan melamun ketika meeting, ketika meeting dan rapat menggaruk-garuk bagian tubuhnya dengan seperti berpikir, sesungguhnya dia sedang mengalami Delusi.
  • Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun pekerjaan tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.
  • Dia merasa kesulitan dalam menghadapi masalah di pekerjaannya, merasa selalu ada masalah di pekerjaannya padahal hari-harinya dia mengerjakan pekerjaan itu. Dia sudah mengerjakan pekerjaan itu berbelas tahun tetapi selalu mengeluh menghadapinya.
  • Paranoid (cemas / takut) pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak perlu ditakuti atau dicemaskan.
  • Bagi sebagian orang yang ditakutkannya bukan hal yang perlu ditakutkan, misalnya ada ketakutan disantet, ketakutan diguna-guna, mewaspadai orang di sekitarnya yang menurutnya mungkin iri dengki kepadanya, padahal semua orang di sekitarnya baik-baik saja.
  • Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.
  • Manajer yang sinting akan terlihat sebentar sangat baik, ramah, pemurah dan sebentar kemudian mengencangkan suaranya, marah-marah dengan tidak jelas, emosinya mengalami ketidakstabilan.
  • Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.
  • Biasanya dia makan dan biasanya tidak, ketika orang makan nasi dia makan yang lainnya, dan selalu terkadang aneh-aneh.

Jika ciri-ciri atau tanda-tanda seperti ini terjadi pada orang yang dekat dengan kita sebaiknya kita bawa untuk konsultasi dengan dokter / psikiater. Pencegahan lebih baik dari pengobatan. Apalagi penyakit jiwa yang apabila gilanya kumat, maka bisa membahayakan orang yang berada di sekitarnya dan orang gila itu kebal hukum tidak akan dihukum pidana jika melakukan tindak kriminalitas.

Jangan sampai nanti Anda diteriaki “Dasar Sinting!”

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Manajer dengan Komunikasi Buruk Dapat Merusak Perusahaan

Figure
Organization