Home / Pemuda / Essay / Pembunuhan Karakter Pemuda Indonesia

Pembunuhan Karakter Pemuda Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alamnya. Hasil perkebunan, perikanan dan pertambangan melimpah ruah dari dari sabang sampai dengan merauke. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari dua ratus jiwa terdiri dari berbagai suku dan agama hidup berdampingan dengan penuh rasa toleransi. Dan dari tahun ke tahun jumlah pelajar di Indonesia terus bertambah namun sayangnya pertumbuhan kuantitas pelajar itu tidak sebanding dengan peningkatan mutu pelajar Indonesia. Padahal di tangan pelajar pelajar inilah kelak martabat bangsa dipegang.

Secara teori seharusnya Indonesia adalah sebuah Negara adikuasa yang dapat mengalahkan Rusia dan Amerika. Karena dari segi sumber daya alam dan sumber daya menusia, Indonesia jauh lebih banyak dari kedua negara tersebut. Seharusnya dari segi militer Indonesia jauh lebih kuat dari 5 negara yang kini memegang hak veto, karena bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang sangat memadai. Seharusnya dari segi persaingan teknologi Indonesia jauh lebih unggul dari negara-negara yang dianggap penguasa teknologi seperti Jepang, Jerman, dan Rusia, karena Indonesia meminiliki jumlah pelajar yang sangat banyak di setiap provinsi.

Sayangnya, itu semua hanya sebatas hitung hitungan teori yang berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di bangsa ini.  Sumber daya alam Indonesia mayoritas dikuasai oleh asing, laju pertumbuhan kualitas teknologi indonesia sangatlah lambat. Pertahanan bangsa yang lemah padahal negara ini sangat lah luas. Ke manakah para pelajar muslim putra putri bangsa itu? Ke manakah mahasiswa muslim Indonesia yang dulu telah mengobarkan semangat kebangkitan bangsa? Apa yang yang dipikirkan oleh para pelajar pemegang martabat bangsa?

Besarnya sumber daya alam yang melimpah ruah di Indonesia dan banyaknya sumber daya manusia di negri ini, ternyata menjadi ancaman yang nyata bagi negara-negara picik yang tak mau tersaingi eksistensinya di kancah Internasional. Mereka takut akan ada kebangkitan besar di Indonesia. Karena kebangkitan Indonesia pada hakikatnya ialah bangkitnya pemuda-pemuda muslim. Dan kebangkitan itu berarti bersinarnya kembali cahaya Islam di bumi nusantara. Atas dasar ketakutan itu mereka seakan berkomplotan membuat konspirasi besar untuk membunuh karakter pemuda pemuda muslim yang lemah pemahamannya terhadap Islam. Di antara banyaknya cara pembunuhan karakter pemuda muslim ialah:

  1. Doktrin Pacaran 

Ini adalah sebuah doktrin yang sangat berbahaya. Karena ini mengajarkan sebuah aktivitas zina menjadi bagian dari gaya hidup. Mereka menyebarkan kepada para pemuda bahwa pacaran itu ialah kegiatan orang modern. Mereka menyebarkan bahwa pacaran adalah lambang kesetiaan. Dengan ini mereka berharap hancurnya moral harga diri pemuda muslim.

  1. Fashion

Setiap orang berhak melakukan apa yang diinginkan. Ya, liberalisasi ialah yang digembar-gemborkan oleh mereka para pecinta kebathilan kepada pemuda muslim. Mereka menyebarkan pemikiran sesat bahwa tidak ada batas dalam berpakaian. Dan menjadikan keterbukaan aurat dalam berpakaian adalah hal yang lumrah bahkan menjadi hal yang wajib untuk pemuda. Dengan begitu mereka berharap hilanglah ciri pemuda muslim yang selalu rapi dalam berpakaian.

  1. Film

Perusakan moral yang besar ialah melalui media ini. Mereka banyak menyajikan film bebahaya perusak moral seperti pornografi, ajang perjudian, bullying dan lain lain. Media ini berbahaya karena sangat mudah tersebar di kalangan pemuda. Dan pemuda yang lemah akan masuk ke dalam perangkap busuk mereka.

Dengan berbagai konspirasi ini dan banyaknya konspirasi lainnya yang mereka jalankan, tidak lain tidak bukan ialah agar pemuda muslim Indonesia jauh Alquran dan ajaran Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wassalam. Pemuda yang egois, pemuda yang tak bermoral, pemuda yang benci politik, dan pemuda yang malas belajar. Itulah yang di inginkan mereka agar tidak adanya kebangkitan islam sebagaimana yang terjadi saat zaman Rasulullah dan abbasiyah serta fathimiyah kala itu.

Bangkitnya pemuda Islam berarti bangkitnya Indonesia kepada puncak kejayaaan. Indonesia yang adil, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang terdepan dalam teknologi, dan Indonesia yang makmur akan menjadi kenyataan dengan bangkitnya pemuda muslim Indonesia. Seorang pemuda yang mencintai Alquran dan sunnah pastilah ia akan menjadi pemuda yang cerdas, kuat, tangguh, dan smart untuk maslahat. Karena Islam mengajarkan untuk terus belajar, semangat berusaha dan berdoa dalam menggapai tujuan, semangat bekerja, dan semangat gotong royong. Bangkitlah harapan itu masih ada…!!!

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Anwar Alwinanto
Alumni Ma'had Al An nuaimy. Ma'had Binaul Ummah Kuningan. Ma'had tahfidz Salim Awwad Al jandal

Lihat Juga

ICMI Rusia Gelar Workshop Penulisan Bersama Asma Nadia

Figure
Organization