Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Semangat Belajar Anak Cimanggu

Semangat Belajar Anak Cimanggu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Dokumentasi Panitia GUIM)
(Dokumentasi Panitia GUIM)

dakwatuna.com – Desa Cimanggu terletak di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Sukabumi. Desa ini memiliki tanah yang subur dan pemandangan alam yang indah. Jarak antara desa ini dengan pusat kabupaten Sukabumi sekitar 3 jam perjalanan dengan menggunakan bus ataupun mobil pribadi. Selama perjalanan kita akan melihat hamparan alam yang menakjubkan di sebelah kiri maupun kanan, karena desa Cimanggu terletak di dataran tinggi dan dikelilingi oleh perbukitan.

Gerakan UI Mengajar (GUIM) angkatan 4 menjadikan desa Cimanggu sebagai salah satu tempat titik aksi. Bertepatan di SDN 1 Cimanggu, GUIM angkatan 4 titik 4 melakukan aksinya kurang lebih selama 25 hari. Di SDN 1 Cimanggu terdapat kurang lebih 250 murid. Ini merupakan salah satu jumlah murid terbesar dibandingkan dengan 5 titik aksi GUIM lainnya.

Anak-anak di SDN 1 Cimanggu merupakan anak-anak yang pintar dan mempunyai prestasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Anak-anak SDN 1 Cimanggu sangat jago dalam bermain voli, mereka kerap mengharumkan nama sekolah dengan menjadi juara voli diberbagai turnamen. Hal ini terjadi karena sekolah mereka dilengkapi dengan lapangan yang cukup luas. Setiap jam istirahat sekolah ataupun sepulang sekolah mereka sering melakukan latihan voli. Ini juga ditunjang dengan fasilitas lain yang disediakan oleh sekolah seperti net dan bola voli. Anak-anak begitu antusias ketika mereka memperagakan keterampilan voli yang mereka punya, walaupun panas menyengat tidak menggoyahkan semangat mereka untuk terus berlatih. Selain voli ada juga anak SDN Cimanggu yang jago bermain bulutangkis, namanya Iyus kelas 5. Iyus jago dalam memainkan raketnya. Walaupun badannya kecil tapi ia bisa mengalahkan orang yang lebih tua darinya. Iyus sangat gigih berlatih karena ia akan mewakili sekolahnya untuk lomba O2SN cabang bulutangkis.

Selain bidang olahraga, anak SDN 1 Cimanggu juga jago dalam menyanyi. Ada beberapa anak yang dipilih mewakili sekolah untuk mengikuti lomba O2SN dalam cabang menyanyi lagu nasional dan lagu sunda. Mereka bernyanyi dengan suara yang lantang dan merdu. Lagu Indonesia Pusaka yang mereka nyanyikan membuat orang yang mendengarnya merinding dan ikut terbawa oleh suasanya nyanyian itu.

Selain menyanyi anak SDN 1 Cimanggu juga pandai dalam mendongeng. Mereka cukup sekali untuk memperhatikan teman dari FLAC mendongeng dan setelah itu mereka bisa mempraktekannya secara langsung. Walaupun awalnya malu-malu namun akhirnya mereka bisa mengekspresikan keahliannya dalam mendongeng.

Keunikan lain dari anak SDN 1 Cimanggu dan patut dijadikan teladan adalah datang lebih awal ke sekolah. Anak-anak SDN 1 Cimanggu selalu datang minimal 10 menit sebelum bel sekolah berbunyi. Ketika panitia GUIM melaksanakan agenda “Sabtu Ceria” di mana kegiatan ini dilaksanakan di luar jam sekolah, mereka sudah datang ke tempat kegiatan setengah jam sebelum kegiatan itu dimulai. Ini menandakan bahwa mereka sangat antusias untuk melajar dan tepat waktu.

SDN 1 Cimanggu dilengkapai sarana dan prasarana belajar yang cukup memadai. Mereka mempunyai satu buah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku dan media pembelajaran yang cukup lengkap dalam tataran sekolah dasar. Namun sayang, perpustakan dan media pembelajaran yang ada tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu panitia GUIM membuat “Rumah Pelangi” di SDN 1 Cimanggu. Rumah Pelangi ini merupakan perpustakaan SDN 1 Cimanggu yang bukunya sudah dirapihkan, dan ruangannya dibersihkan dan dihias sekreatif mungkin, sehingga membuat anak merasa nyaman untuk membaca buku disana. Alhamdulillah, setelah adanya Rumah Pelangi ini anak-anak jadi sering membaca buku di perpustakaan.

Realitanya di lapangan, sebagian besar anak-anak di desa Cimanggu tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Paling banyak mereka tamatan SMP atau SMA. Banyak anak yang putus sekolah di Desa Cimanggu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, antara lain: faktor ekonomi keluarga. Sebagian besar penduduk desa Cimanggu bekerja sebagai petani dimana mereka mendapatkan penghasilan ynag tidak menentu. Untuk keperluan sehari-hari saja sudah susah apalagi untuk biaya sekolah. Mereka merasa tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga banyak anak yang tidak bersekolah padahal kalau ditanya ke anaknya langsung mereka sangat ingin untuk bisa sekolah, tapi keadaan yang membuat mereka tidak bisa untuk bersekolah seperti teman-teman yang lain.

Ada juga anak yang tidak bisa sekolah karena harus menjaga adiknya yang masih kecil. Ayah dari anak ini sudah meninggal dan ibunya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan adik-adiknya. Di rumah tidak ada siapa-siapa selama ibunya bekerja, sementara adiknya masih kecil dan tidak bisa ditinggal sendiri, sehingga ia harus menjaga adiknya di rumah selema ibunya bekerja. Sebenarnya ini merupakan suatu keadaan yang tidak diinginkan oleh siapapun tapi karena keadaan yang mendesak membuat anak ini tidak bisa bersekolah.

Banyaknya anak yang tidak mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mengakibatkan jumlah pernikahan usia muda cukup banyak di desa ini. Anak perempuan usia belasan tahun sudah dinikahkan oleh orang tuanya. Banyak ibu di Desa Cimanggu yang terlihat masih muda sudah mempunyai banyak anak. Di sisi lain jumlah janda juga banyak di desa ini. Hal ini terjadi karena mereka belum memiliki usia dan psikologis yang cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga, sehingga angka perceraian cukup tinggi di desa ini.

Dengan adanya Gerakan UI Mengajar angkatan 4 ini mencoba untuk memotivasi anak-anak di desa Cimanggu untuk memiliki semangat belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak patah semangat dalam belajar dan menuntut ilmu, karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk sekolah dan menjadi orang sukses di kemudian harinya.

 

 

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial UI angkatan 2012. Suka melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat. Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta, angkatan VII.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Figure
Organization