Topic
Home / Berita / Daerah / Warga Karang Anyar Sebut Jembatan ini ‘Sirotol Mustaqim’

Warga Karang Anyar Sebut Jembatan ini ‘Sirotol Mustaqim’

Jembatan penyebrangan di Dusun Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dan warga Desa Suro, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.  (liputan6.com)
Jembatan penyebrangan di Dusun Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dan warga Desa Suro, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Karanganyar.  Tangan kanan memegang penyangga, tangan kiri mengendalikan kemudi di atas jembatan, tampak seorang pria bersama anaknya nekat menyusuri jembatan penuh risiko itu dengan motor tuanya. Dia tak peduli dengan keselamatan yang mengancamnya dan bisa saja terjerembab dan nyawa lenyap.

Seperti dikutip dari Liputan6com, Jumat (6/3/2015), ada banyak orang yang menggantungkan nasib pada jembatan peninggalan zaman belanda tesebut.

Sebagian besar warga adalah dari Dusun Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dan warga Desa Suro, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tak jarang warga ada yang terperosok.

Tapi itu tak membuat nyali warga menciut, sebab itulah jalan pintas untuk beraktivitas sekolah maupun kerja. Padahal bahaya maut mengintai setiap kala, karena besi bagian bawah yang rapuh termakan usia.

Warga tak jarang iuran untuk menggantikan bilah papan yang keropos di jalur yang kerap disebutnya sebagai jembatan ‘sirotol mustaqim’ ini.

Jembatan tersebut sesungguhnya memang saluran air yang melintang di atas Kali Pepe, di bawah wewenang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo. Di atas saluran ada pijakan untuk petugas menginspeksi.

Nah, di atas pijakan itulah warga memasang papan dan besi untuk dilalui. Warga pun enggan memutar sejauh 2 kilometer untuk menyeberang.

Sejauh ini belum ada usulan dari desa, maupun warga untuk pembangunan jembatan di kawasan yang merupakan perbatasan Boyolali dan Karanganyar. (Dan/Ali/liputan6/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Palestina Gembira Israel Cabut Detektor Logam

Figure
Organization