Topic
Home / Berita / Nasional / Jokowi: Tak Ada Barter Tahanan dengan Australia, Lihat Korbannya 4,5 juta Orang

Jokowi: Tak Ada Barter Tahanan dengan Australia, Lihat Korbannya 4,5 juta Orang

Presiden Joko Widodo.  (beritasatu.com)
Presiden Joko Widodo. (beritasatu.com)

dakwatuna.com – Bogor.  Nampaknya harapan pemerintah Australia bertukar tahanan sebagai bentuk penawaran terhadap terpidana mati ‘Bali Nine’ pupus ditengah jalan.

Presiden Joko Widodo dengan tegas menolak tawaran Pemerintah Australia untuk membarter tahanan.

Sebelumnya Ide barter tahanan disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, sebagai upaya untuk menyelamatkan duo Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dari eksekusi mati yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada (barter tahanan),” kata Jokowi di sela-sela acara Cap Gomeh di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/15).

Jokowi beralasan, kerusakan bangsa Indonesia akibat narkoba sudah sangat luar biasa. Untuk itu, apa yang dilakukan para terpidana kasus narkoba sudah tidak bisa dimaafkan.

Presiden ingin masyarakat melihat generasi muda yang meninggal dunia dan 4,5 juta orang yang direhabilitasi akibat barang haram itu.

“Jangan selalu dilihat yang dieksekusi, lihatlah korbannya 4,5 juta orang,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa Pemerintah Indonesia akan tetap menjaga hubungan baik dengan Australia. Tapi di sini lain, Jokowi meminta, agar Australia juga menghormati kedaulatan hukum dan politik yang ada di Indonesia.

“Kita ini menjaga hubungan baik dengan negara mana pun, ingin bersahabat dengan negara mana pun. Tetapi, kedaulatan hukum tetap‎ kedaulatan hukum. Kedaulatan politik tetap kedaulatan politik,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia, Julia Bishop telah menghubungi Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi untuk menawarkan barter tahanan narkoba.

Mereka meminta duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dikembalikan ke Australia dan ditukar dengan tiga WNI yang ditahan di Australia karena menyelundupkan narkoba. (viva/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

WSJ: Sejumlah Pangeran dan Pejabat Tinggi Saudi Masih Ditahan

Organization