Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / Sebelum Meninggal, Bocah 5 Tahun Ini Donorkan Organ Tubuhnya

Sebelum Meninggal, Bocah 5 Tahun Ini Donorkan Organ Tubuhnya

Persephonee Norma Nefzeger Banks.  (gannett-cdn.com)
Persephonee Norma Nefzeger Banks. (gannett-cdn.com)

dakwatuna.com – Minnesota.  Bocah ini tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri beberapa waktu lalu. Meskipun sempat dilarikan ke instalasi gawat darurat, namun dokter justru mengatakan, hidup si kecil mungkin tak akan lama lagi.

Beberapa hari sebelum jatuh pingsan di rumahnya di Brooklyn Center, Minnesota, Persephonee Norma Nefzeger Banks sempat mengeluh mengalami gangguan pernapasan. Ia pun diberi steroid untuk membantu mengembalikan kondisinya.

Akan tetapi sesampainya di rumah sakit, dokter mengungkapkan bahwa Persephoone terserang infeksi streptococcus yang langka. Hal ini karena bakteri streptococcus yang menyerang Persephonee merupakan bakteri yang tak biasa muncul di tenggorokan, sehingga menimbulkan komplikasi yang fatal pada si malang Persephonee.

“Jadi kami lihat keadaannya memburuk. Pada akhirnya dokter memberitahu kami hal yang paling menakutkan, ‘Saya yakin putri Anda tak bisa diselamatkan’,” ungkap sang ayah, Chris.

Persephonee akhirnya meninggal dengan tenang dua hari kemudian, di usia lima tahun. Namun sebelum meninggal, Persephonee sempat mendonorkan organnya kepada tiga orang yang membutuhkan.

Salah satunya adalah seorang pasien dewasa yang telah menunggu selama enam tahun untuk mendapatkan donor ginjal, dan satu lagi seorang bocah berumur enam tahun. Nyawa mereka terselamatkan berkat donor organ dari Persephonee

 

“Saya diberitahu bahwa hidupnya mungkin takkan lama. Lalu kami memutuskan untuk mendonorkan organnya agar Persephonee bisa terus ‘hidup’ dalam tubuh orang lain,” timpal sang ibu, Amee.

Setelah menuliskan kisah pilu ini dalam situs GoFundMe, Chris dan Amee mendapatkan banyak simpati untuk putri mereka. Hampir keseluruhan dari mereka tersentuh dengan kisah Persephonee.

“Putri kami adalah gadis yang ceria dan penuh energi. Saya ingin semua orang tahu dan mengingatnya seperti itu,” tutur Chris seperti dikutip dari CaringBridge.com, Senin (2/3/2015).

Karena kisahnya menginspirasi banyak orang, sebuah laman GoFundMe untuk Persephonee pun dibuat untuk mengenang si kecil. Dan hanya dalam waktu tiga hari, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar 22.000 dollar AS (sekitar Rp 285 juta). (detik/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kondisi Pengungsi Suriah Memprihatinkan, PBB Berharap Masyarakat Dunia Segera Beri Bantuan

Figure
Organization