Topic
Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Sahabat Muhammad SAW, Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal

Sahabat Muhammad SAW, Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Sahabat Muhammad SAW, Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal".
Cover buku “Sahabat Muhammad SAW, Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal”.

Judul: Sahabat Muhammad SAW, Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal
Penulis: Dr. Nizar Abazhah
Penerbit: Zaman, Jakarta
Cetakan: Pertama, 2014
Tebal: 394 Halaman
ISBN: 978-602-1687-15-4

 

Meneladani Kisah Para Sahabat Nabi

Perjuangan Muhammad saw. dalam menyebarkan ajaran Islam bukanlah tanpa kendala. Sejak kali pertama diperintah untuk menyebarkan akidah Islam, Nabi sudah sering mendapatkan cibiran, hinaan, bahkan sering kali beliau dilempar kotoran binatang. Hal itu membuktikan bahwa, Nabi benar-benar bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan ajaran Islam. Mengubah pikiran jahiliyah yang mengungkung pikiran masyarakat kota Makkah waktu itu.

Betapa tidak. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa buku sejarah, orang-orang Quraisy Makkah waktu itu menyembah berhala yang mereka buat sendiri. Mereka membantah ketika Nabi Muhammad mengajak mereka menyembah Allah swt., Tuhan semesta alam, zat satu-satunya yang layak disembah.

Dalam menyebarkan akidah Islam, Rasulullah saw. banyak didukung oleh para sahabat yang memercayai apa yang dibawa oleh Nabi. Mereka bahu membahu mendukung apa yang kelak menjadi pedoman bagi umat Muslim sedunia, yakni agama Islam. Dalam buku Sahabat Muhammad ini, Dr. Nizar Abazhah, penulis sejarah Nabi Muhammad yang karyanya banyak diminati pembaca, menjelaskan sejumlah kisah dan kiprah para sahabat yang telah membantu Rasulullah menyebarkan agama Islam.

Ada sejumlah nama yang dipaparkan dalam buku ini. Perjuangan dan loyalitas mereka di saat mendampingi Nabi menyebarkan ajaran Islam patut menjadi teladan. Mereka adalah manusia tangguh yang tak pernah terpengaruh dengan ancaman dan rongrongan orang-orang Quraisy yang waktu itu begitu gencar melawan dan menolak risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Bilal bin Rabah adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang kisahnya sangat heroik dan terkenal karena sering kali dibahas dalam beberapa buku sirah Nabi. Bilal pernah didera siksaan kejam sebab keislamannya. Suatu waktu, ia digiring tuannya, Umayah ibn Khalaf, ke tengah padang pasir pada tengah hari, saat panas matahari berada di puncak. Dadanya yang telanjang ditindih batu besar. Sementara, Umayah menginjakkan kakinya. Bilal merasa tersiksa dengan apa yang dilakukan oleh majikannya. Namun, dengan tegar, ia berkata, “Ahad! Ahad! Allah Tuhanku!”.

Selain tuannya, Abu Jahal juga termasuk yang pernah menyiksa Bilal. Ia menyeret dan menampari wajah Bilal. Menjemur Bilal di bawah terik matahari dan menindih perutnya dengan penggilingan (halaman 65).

Sementara itu, Abu Bakar, orang yang pertama memercayai apa yang dibawa oleh Rasulullah saw. juga pernah menerima siksaan pedih karena keislamannya. Suatu hari ketika ia akan hendak membacakan khutbah di Masjidil Haram, orang-orang menyerangnya. Mereka mengeroyoknya, memukul dan menginjak-injak. Abu Bakar dipukuli hingga wajahnya lebam-lebam.

Ayah-Ibu Abu Bakar, Abu Quhafah dan Ummu al-Khair, menyambut histeris kedatangan anak mereka yang terkulai lemah dan tak sadarkan diri. Seluruh keluarga Abu Bakar bersedih. Tak ada kesedihan yang melebihi saat itu. Namun, begitu siuman, yang ditanya oleh Abu BAkar justru Nabi Muhammad. Abu Bakar sangat khawatir dan takut Rasulullah juga disakiti oleh orang-orang Quraisy (halaman 69).

Sepotong kisah penyiksaan yang terjadi pada Bilal dan Abu Bakar adalah bukti bahwa para sahabat juga kerap kali menerima ancaman dan siksaan yang pedih karena ikut membela Rasulullah saw dalam menyebarkan risalahnya. Para sahabat yang ikut andil menyebarkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad akan mendapatkan siksaan yang pedih.

Selain Abu Bakar dan Bilal, Thalhah ibn Ubaidilah adalah sahabat yang juga pernah menerima siksaan dan intimidasi mengiringi jalan keislamannya. Menurut catatan sejarah, Thalhah adalah orang keempat yang memeluk Islam (halaman 73).

Membaca kisah-kisah para sahabat yang turut berjuang menyebarkan ajaran Islam dalam buku ini, kita akan merasakan bagaimana kegigihan mereka. Di bawah ancaman dan kecaman yang senantiasa menyertai perjuangan mereka, para sahabat tetap berjuang dan menegakkan agama Allah.

Dalam buku 394 halaman ini, pembaca bisa lebih banyak mengenal kiprah para sahabat selain ketiga orang yang tersebut di atas. Seperti Mush’ab ibn Umar, Zubair ibn Awam, Utsman ibn Affan, dan beberapa sahabat lain yang berdomisili di Makkah. Bahkan, dalam buku ini, penulis melengkapinya dengan peristiwa-peristiwa penting yang dialami oleh Nabi Muhammad dan para sahabat, seperti Baiat Aqabah pertama dan kedua, perjalanan ke Taif, hingga peristiwa Isra dan Mikraj.

Buku ini bisa dibilang cukup lengkap memaparkan kisah sejumlah para sahabat yang turut andil menemani perjuangan Rasulullah Saw. sejak sebelum hijrah, hingga pasca penaklukan Makkah. Semua dikupas dengan lengkap dan terperinci dengan pembahasan yang sederhana. Sebuah kisah yang penuh dengan keteladanan agar pembaca bisa memetik hikmah dari perjuangan para sahabat. Selamat membaca!

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Guru swasta. Alumnus UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Lihat Juga

Sekilas Tentang Maulid Nabi SAW

Figure
Organization