Home / Berita / Internasional / Amerika / Kebesaran Hati Keluarga Korban Chapel Hill: “Semoga Kematian Anakku Menjadi Jalan Menuju Kehidupan Penuh Cinta”

Kebesaran Hati Keluarga Korban Chapel Hill: “Semoga Kematian Anakku Menjadi Jalan Menuju Kehidupan Penuh Cinta”

Keluarga Deah Barakat, korban pembantaian di Chapel Hill. (anadolu)
Keluarga Deah Barakat, korban pembantaian di Chapel Hill. (anadolu)

dakwatuna.com – Washington. Laila Barakat, yang anaknya menjadi salah satu korban pembantaian di Chapel Hill tidak menginginkan kasus terbunuh anaknya menjadi sebab terjadinya tragedi kebencian yang lain. Seperti dikabarkan Anadolu, Rabu (4/3/2015) kemarin.

Deah Shady Barakat, Yusor Mohammad Abu-Salha (istri Deah), dan Razan Mohammad Abu-Salha (adik Yusor), Rabu (11/2/2015) yang silam, menjadi korban pembantaian yang dilakukan oleh Craig Hicks. yang dikenal sebagai penganut atheis.

Laila mengatakan, “Kejadian terbunuhnya anakku adalah kajahatan yang berasal dari kebencian terhadap pemeluk agama lain. Tapi hal yang paling aku khawatirkan adalah kejadian itu menjadi penyebab terjadinya kejahatan-kejahatan lain yang serupa. Semoga kematian anakku menjadi jalan menuju kehidupan penuh cinta.”

Laila menambahkan, “Aku telah kehilangan anakku. Tapi aku tidak mau ada ibu lain, dari agama atau ras apa pun, yang juga kehilangan anaknya dengan cara yang serupa. Aku tidak mau kematian anakku dijadikan alasan untuk melakukan kejahatan permusuhan.” (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK

Organization