Home / Berita / Opini / IBF Perkuat Ukhuwah Islamiyah

IBF Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (ROL)
Ilustrasi. (ROL)

dakwatuna.com – Orang-orang bergerombolan memadati Istora Senayan Jakarta tempat diadakannya pameran buku Islam. Ceria dan rasa ingin tahu terlihat dari raut wajah setiap orang yang datang, di antara mereka ada yang berjilbab, ada yang tidak ada juga yang bercadar banyak jenisnya, menandakan tempat ini didatangi dari banyak kalangan dan berbagai mazhab, aliran dan pemikiran yang berbeda. Dari semua itu juga terlihat damai dan tenang ketika melihat keakuran dan toleransi dari setiap perbedaan yang terkumpul dalam tempat sempit ini untuk seukuran umat mayoritas di Indonesia.

Adalah IBF (Islamic Book Fair) yang mempersatukan semua itu, seakan menjadi ruh bagi umat Islam yang datang tahunan untuk berkumpul bersama tanpa menengadahkan rasa egois dari setiap orangnya, setiap komunitasnya, dan setiap aliran mazhabnya. Semua itu sangat indah bukan? Bagaimana mereka sering berikhtilaf dalam hal-hal syar’i seperti penentuan awal bulan puasa, hari raya idul fitri/adha padahal jarak mereka berjauhan, tapi dalam satu agenda tahunan yang diadakan oleh IKAPI ini ikhtilaf seakan hilang, ukhuwah islamiyah benar-benar nyata adanya.

Tentunya, pameran buku Islam tahunan ini tidak sebatas penjualan buku islami dari penerbit islami, atau pembelian buku bagi penggemarnya, tapi persatuan umat Islam menjadi visi misi dari IKAPI sebagai salah satu penyelenggara agenda ini. Tak hanya diramaikan dengan penerbit-penerbit islami, tapi IBF mengundang penulis, pembicara, ulama dan pakar yang akan berdiskusi di panggung utama, seperti; kang Aher bersama DR Attabik Luthfi dalam pembahasan buku “The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shidiq”, ada juga pakar Ushul Fiqh DR Taufiq Hulaimi membahas Fiqh Shaum, Hidayat Nurwahid, Ahmad Satori dan banyak ustad-lainnya yang akan mengisi di panggung utama setiap harinya.

Pameran buku dan pembicara yang didatangkan IBF 2015 ini benar-benar mengundang banyak orang untuk datang, seakan bentuk pengajian dalam hal ini banyak disenangi oleh masyarakat, seperti pembahasan Abu Bakar oleh Kang Aher (gubernur Jabar) dan DR Attabik Luthfi mengundang ratusan bahkan ribuan mata, padahal di pengajian-pengajian biasa pembahasan Abu Bakar sering disampaikan. Tentunya ini bisa menarik umat Islam menuju istora sehingga bersatu bersama sesama muslim tanpa pandang siapa imamnya atau apa mazhabnya, karena terpenting adalah ukhuwah islamiyah.

Tak hanya itu, pameran ini juga dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan minat dan budaya baca dan tulis, seperti dikatakan bapak HE Afrizal Sinarto sebagai ketua IKAPI Jakarta “.. dalam rangka turut serta membantu pemerintah meningkatkan minat dan budaya baca dan tulis yang pada akhirnya tercipta masyarakat yang cerdas ber-Ilmu dan cerdas ber-Iman. “. Keinginan untuk mencerdaskan dalam segi Ilmu dan Iman adalah komitmen yang harus tetap dijaga, dan dalam hal ini dibutuhkan keseriusan pemerintah juga untuk sampai pada tujuan agenda tahunan ini.

Semoga acara Islamic Book Fair yang 14 tahun ini menjadi berkah bagi kita semua sebagai umat Islam yang menginginkan kesatuan, dan tetap menjadi agenda tahunan yang hadir di tengah masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang hobi membaca, cerdas ber-Ilmu dan ber-Iman serta mengeratkan kembali ukhuwah islamiyah di Indonesia.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Azhar Fakhru Rijal, Mahasiswa Mahad Aly Annuaimy dan Anggota FLP Jakarta, pernah juga menjadi pimred madding Al-Furqon Post (ponpes Alfurqon).

Lihat Juga

Buku Dokumentasi Aksi Bela Islam 212 Diluncurkan di IBF 2017

Organization