Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketika Mood Booster Dicari

Ketika Mood Booster Dicari

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

usaha sabardakwatuna.com – Belakangan ini, banyak orang yang mencari ‘mood booster‘ ke sana ke mari. Untuk apa? Untuk sebuah gerak dan langkah. Untuk sebuah usaha mencapai kesuksesan yang ia dambakan. Untuk melangkah meraih sesuatu yang ia citakan.

Padahal Allah telah menjanjikan kemenangan, kesuksesan bagi hamba-Nya yang beriman. Seperti yang Dia sampaikan di Alquran surat Al Anfal:

“Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al Anfal: 10)

Lalu, ada hal yang menjadi sebab agar Allah datangkan pertolongan, agar Allah berikan kemenangan, seperti yang Allah sampaikan pada ayat sebelumnya.

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”” (Q.S. Al Anfal: 9)

Ayat ini diturunkan sehubungan dengan permohonan Rasulullah untuk mengalahkan musuh pada perang Badar. Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa jika kita mohon pertolongan pada Allah maka Allah akan mengirim 1000 Malaikat yang datang berturut turut. Allah mengirim bantuan tentara malikat itu agar hati kita menjadi tentram karenanya. Kemenangan itu datangnya dari sisi Allah.

Maka syarat dari pertolongan Allah salah satunya adalah beriman. Pertolongan Allah ini juga berlaku bagi kita orang beriman di manapun berada. Salah satu syarat yang lain adalah kita meminta pertolongan kepada-Nya, bukan kepada yang lain. Hingga kita meyakini bahwa kemenangan itu datangnya dari sisi Allah. Kemenangan itu datang dari kehendak Allah. Kemenangan itu datang karena Allah perkenankan.

Maka tugas kita adalah berusaha. Karena pertolongan Allah itu sejatinya amatlah dekat. Bahkan di Alquran surat Maryam, Allah memerintahkan Maryam untuk berusaha.

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Q.S. Maryam: 25)

Di saat kondisinya yang sangat kesakitan akan melahirkan, Allah perintahkan Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma agar buahnya gugur kepadanya, padahal sejatinya Allah mampu untuk langsung menjatuhkan buah kurma masak itu kepada Maryam. Tetapi Allah perintahkan ia berusaha.

Jika dipikir, mungkin Maryam tak akan kuat untuk menggoyangkan pohon kurma sekokoh itu, dalam kondisinya yang kesakitan. Namun Allah berkehendak, karena Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Allah lah yang perkuat hamba-Nya. Maka pertolongan Allah tersebab adanya usaha hamba-Nya yang beriman.

Syarat selanjutnya adalah sabar. Tak lupa tawakal.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (Q.S At Thur 48-49)

Dan bahwa janji Allah itu adalah pasti. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya.

“Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Ar Rum 5-6)

Maka tak cukupkah janji Allah sebagai penyemangat?

Maka tak cukupkah ayat-ayat-Nya sebagai penyemangat?

Maka tak cukupkah Allah sebagai alasan semangatmu?

Maka tak cukupkah Allah sebagai mood boostermu?

Wallahu a’lam bishshawab.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Sarsiyani
Lahir di Magetan bulan Februari 1993. Alumni Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang angkatan tahun 2011. Pernah aktif di Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) UB, Forum Kajian Islam Teknologi Pertanian (FORKITA) FTP UB, MYLIFE Kota Malang, dan Komunitas Kebaikan Kecil (KANCIL) Kota Malang. Kini menjadi salah satu staff pengajar di YLP2AIT Al Uswah Center Magetan.

Lihat Juga

Kesatuan Jiwa dan Semangat Para Kader Muhammadiyah

Figure
Organization