Home / Berita / Internasional / Afrika / Presiden Ghana Berjanji Akan Hapus Larang Berjilbab di Sekolah

Presiden Ghana Berjanji Akan Hapus Larang Berjilbab di Sekolah

Umat muslim di Ghana (islammemo.cc)
Umat muslim di Ghana (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Ghana. Warga muslim di Ghana (salah negara Afrika Barat) menyambut gembira pidato Presiden John Mahama pekan lalu yang berjanji akan menegakkan kebebasan menjalankan agama masing-masing sebagaimana dijamin konstitusi negara itu.

Sebagaimana diberitakan Islam Memo (2/3/2015), warga muslim berharap janji tersebut akan menghapus praktik diskriminasi bertahun-tahun di Ghana, seperti larangan berhijab (secara tidak resmi) di sekolah-sekolah dan rumah sakit dan mewajibkan murid-murid beragama muslim menghadiri acara berdoa agama umat yang lain.

“Sepertinya Allah Swt. menjawab doa-doa kami (untuk diberikan keluasaan menjalankan syiar agama Islam),” ungkap Kautsar Muhammad, siswi sekolah keperawatan sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.

Kegembiraan warga muslim Ghana merujuk pada pidato Presiden John Dramani Mahama pada Kamis lalu (27/2/2015) yang menegaskan bahwa pasal 21 konstitusi Ghana menjamin kebebasan beragama dan menjalan syiar agama masing-masing.

“Salah menurut konstitusi kita jika memaksa siswa muslim untuk menghadiri acara misa, atau sebaliknya. Sebagaimana salah juga melarang umat muslim memakai hijab atau melarang biarawati memakai pakaian simbol-simbol agamanya di tempat kerja atau sekolah,” ungkap John Mahama dalam pidatonya.

Selama ini, sejumlah sekolah menengah atas di Ghana dan kantor-kantor pemerintah memaksa wanita muslimah untuk membuka hijabnya, apalagi di sekolah-sekolah yang didirikan missionaris dan sekolah tinggi keperawatan.

Dikutip dari wikipedia, penduduk muslim di Ghana berjumlah sekitar 12% setelah penduduk beragama Kristen sekitar 41% dan penganut kepercayaan animisme sebanyak 38%. (islammemo/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

(Video) Perempuan Palestina Diseret, Dipukul, Ditarik Jilbabnya Hingga Lepas