Home / Berita / Internasional / Asia / LSM Inggris: Pembangunan di Jalur Gaza Diperkirakan Butuh Waktu 100 Tahun

LSM Inggris: Pembangunan di Jalur Gaza Diperkirakan Butuh Waktu 100 Tahun

Kondisi buruk di Jalur Gaza. (felesteen.ps)
Kondisi buruk di Jalur Gaza. (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Gaza. Sebuah organisasi LSM asal Inggris bernama Oxfam memprediksikan, rekonstruksi di Jalur Gaza bisa menghabiskan waktu 100 tahun, ini terjadi apabila blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza tidak dicabut.

Catherine Essoyan, direktur dari LSM Oxfam mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza dalam tiga bulan terakhir ini, bahan rekonstruksi yang baru tiba hanya 4% dari total bantuan. Itu adalah bahan bangunan dasar yang dibawa oleh truk-truk.

Saat ini menuru Catherine dibutuhkan lebih dari 800.000 truk yang membawa bahan dasar bangunan untuk membangun atau pun merenovasi rumah di Jalur Gaza. Termasuk didalamnya sekolah dan rumah sakit yang hancur lebur karena perang yang terjadi berkali-kali ditambah dengan himpitan blokade yang terjadi sejak bertahun-tahun lamanya.

Ia kemudian juga mengkritik konstelasi politik di internal Palestina yang juga berdampak kepada masyarakat Gaza, sehingga membuat masa depan mereka semakin suram. (msy/sf/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization