Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Cuaca Dingin Ekstrem, RZ Salurkan 156 Pakaian Hangat ke Palestina

Cuaca Dingin Ekstrem, RZ Salurkan 156 Pakaian Hangat ke Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Penyaluran bantuan untuk warga Palestina di Jabaliya City.  (asih/rz)
Penyaluran bantuan untuk warga Palestina di Jabaliya City. (asih/rz)

dakwatuna.com – Palestina. RZ (Rumah Zakat) menyalurkan 156 pakaian hangat untuk warga Palestina. Bantuan diberikan sebagai bentuk simpati dan dukungan untuk warga Palestina yang sedang dilanda cuaca dingin ekstrem. Cuaca dingin yang ekstrem di selatan jalur Gaza ini hingga merenggut nyawa bayi perempuan berusia 4 bulan.

“Penyaluran telah dimulai sejak Desember lalu dan dipusatkan di sekitar jalur Gaza, tepatnya di Jabaliya City. Penerima manfaat bantuan ini adalah warga pra sejahtera yang kesulitan membeli pakaian untuk melindungi tubuh mereka dari gigitan cuaca dingin,” terang Ahmad Faizs, Program Management RZ.

Mengenakan pakaian hangat juga merupakan upaya untuk menekan risiko wabah penyakit musim dingin seperti influenza, pilek, nyeri dada, dan nyeri sendi dan tulang. “Bantuan ini kami utamakan bagi anak dari umur 4 sampai 15 tahun, anak yatim korban agresi militer Israel, anak berkebutuhan khusus, dan ibu-ibu hamil dari keluarga pra-sejahtera. Semoga bantuan yang bersumber dari pada donatur RZ ini, dapat meringankan duka warga Palestina dan menjadi pahala kebaikan bagi mereka yang telah berbagi pada sesama,” tutur Faizs.

Faizs menambahkan bahwa kondisi diperparah saat pihak penjara Israel masih memberlakukan larangan masuk pakaian musim dingin dan selimut bagi warga Palestina yang di penjara. Masih berlakunya pelarangan bantuan untuk warga Palestina bersamaan dengan datangnya musim dingin, menyebabkan bertambahnya penderitaan para tawanan.

RZ sebagai lembaga zakat, infak dan sedekah berkomitmen untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat, tanpa mengenal batas-batas geografis, suku, ras maupun agama. “Jika hati kita masih hidup, maka kita pasti tidak akan sanggup berdiam diri melihat kesulitan hidup yang dihadapi orang lain,” tutup Faizs. (asih/rz/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization