Home / Berita / Nasional / Kisruh KPK Vs Polri Menutupi Skandal Anggaran Jilbab Polwan

Kisruh KPK Vs Polri Menutupi Skandal Anggaran Jilbab Polwan

Polwan Berjilbab - Ilustrasi (rimanews.com)
Polwan Berjilbab – Ilustrasi (rimanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Situasi politik yang melanda negeri ini menunjukan trend negatif terhadap kepentingan rakyat secara umum, publik disibukan dengan drama pertarungan antara KPK vs Polri yang semakin hari semakin tidak jelas dan penuh dengan bumbu skandal yang sebetulnya tidak berkaitan dengan proses hukum yang berjalan.

Salah satu korban dari kekisruhan situasi ini adalah Polwan yang beragama islam tidak bisa dengan bebas berjilbab dalam institusinya. “Peraturan Kapolri (Perkap) memang lahir berdasarkan anggaran yang jelas, namun ini aneh, juli 2014 Komisi III DPR RI sudah menyetujui anggaran sebesar 60 Milyar untuk pos Jilbab Polwan namun sampai sekarang Perkap belum juga diterbitkan, kemana larinya anggaran tersebut? “ buka Zahra , Ketua Umum Gerakan Perempuan Indonesia (Genesia) dalam siaran persnya, Rabu (17/02/15) yang diterima redaksi dakwatuna.com

Menurut sumber DPR dan Polri , Desember 2014 Kapolri pada saat itu yaitu Jenderal Polisi Sutarman telah mencairkan anggaran dari DPR untuk pengadaan Jilbab Polwan sebesar 600 juta dari 60 Milyar yang seharusnya. Menurut zahra, hal tersebut adalah skandal yang harus dibongkar

“Keanehan selanjutnya dan yang paling fatal adalah dana untuk jilbab polwan hanya cair 600 Juta dari 60 Milyar yang telah disahkan. Kemana selebihnya? Apalagi jika hitung – hitungan Polri dilaksanakan dimana hanya Rp 25.000 per orang dikalikan 10. 546 muslimah Polwan, hanya menghabiskan kurang lebih 263 Juta. Dari 60 Milyar menjadi 263 Juta? Ini tidak masuk akal” Tegas Zahra.

Genesia menilai saat ini negara berada dalam titik kekacauan yang disebabkan para pengurus yang masuk dalam kategori tidak mampu mengurus. Negara dalam posisi stagnan dikarenakan terhadang segala macam konflik kepentingan yang telah menjadi bola liar dan korupsi. Situasi tersebut telah memakan banyak korban termasuk para muslimah Polwan yang ingin menjalankan kewajibannya sebagai muslim dan hamba Tuhan.

“Genesia menuntut segera direalisasikannya SK Perkap untuk dibolehkannya Polwan berjilbab dan transparansi anggaran  Perkap tersebut dengan sejelas – jelasnya” tutup Zahra. (Genesia/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rutan Mako Brimob Terkendali, DPD Beri Doa dan Apresiasi Buat Polri